JAKARTA (IndoTelko) - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperluas edukasi investasi aset digital melalui program Pintu Goes to Office di PT Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor). Kegiatan bertema “Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi” tersebut digelar secara hybrid pada 27 Oktober 2026 dan diikuti lebih dari 80 karyawan Good Doctor.
Program ini menjadi kolaborasi antara industri aset crypto dan layanan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pengelolaan keuangan serta berbagai instrumen investasi.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan pemahaman mengenai kesehatan finansial sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Karena itu, keputusan investasi perlu didasarkan pada pengetahuan yang memadai mengenai karakteristik dan risiko setiap instrumen.
Menurutnya, melalui Pintu Goes to Office, perusahaan ingin memperluas akses edukasi investasi, mulai dari instrumen keuangan konvensional hingga aset crypto.
CEO Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi dari praktisi industri dapat membantu karyawan memahami perkembangan aset keuangan digital, termasuk peluang dan risiko investasi crypto.
Dalam sesi edukasi, tim Pintu Academy menghadirkan Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Researcher PINTU, dan Ilham Trierasyidi, Blockchain & Crypto Trader PINTU.
Keduanya membawakan materi mengenai pengelolaan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Pembahasan diawali dengan berbagai potensi kebocoran keuangan yang sering tidak disadari, seperti utang konsumtif, bunga paylater, serta biaya langganan layanan yang tidak lagi digunakan.
Peserta juga diperkenalkan pada prioritas pengelolaan keuangan, mulai dari menjaga arus kas tetap positif, menyiapkan dana darurat, hingga menentukan investasi berdasarkan tujuan keuangan.
Bahas Strategi Investasi hingga Tokenized Stock
Materi berikutnya membahas karakteristik sejumlah instrumen investasi, seperti deposito, reksa dana, emas, saham, dan aset crypto. Pemateri turut memberikan contoh alokasi portofolio berdasarkan profil risiko konservatif, moderat, dan agresif.
Karyawan Good Doctor juga memperoleh pemahaman mengenai jenis aset crypto, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), penggunaan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari atau uang dingin, serta pentingnya analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
Selain aset crypto, sesi edukasi memperkenalkan tokenized stock sebagai salah satu cara memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan Amerika Serikat. Pembahasan mencakup mekanisme, keterbatasan, dan aspek perpajakan instrumen tersebut.
Andy menegaskan bahwa aset crypto memiliki risiko tinggi dan volatilitas yang signifikan. Investor, menurutnya, perlu melakukan riset, memahami profil risiko, serta mempertimbangkan tujuan keuangan sebelum berinvestasi.
Melalui program Pintu Goes to Office, PINTU berharap edukasi investasi dapat menjangkau lebih banyak perusahaan dan mendorong terbentuknya generasi investor yang lebih memahami risiko serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan. (mas)