JAKARTA (IndoTelko) PT Commerce Finance menilai layanan pembiayaan digital berperan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal seiring meningkatnya inklusi keuangan dan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51 persen. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Perusahaan menilai perkembangan teknologi digital mendorong layanan pembiayaan menjadi lebih mudah diakses melalui proses pengajuan dan pengelolaan yang dapat dilakukan secara daring. Kehadiran layanan pembiayaan digital juga dinilai membantu memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan terhadap layanan keuangan formal.
Direktur PT Commerce Finance Anggie Setia Ariningsih mengatakan meningkatnya kebutuhan finansial masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital membuat layanan pembiayaan digital memiliki peran yang semakin penting dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan.
“Seiring dengan berkembangnya kebutuhan finansial masyarakat dan ekonomi digital di Indonesia, layanan pembiayaan digital memiliki peran yang semakin penting dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan yang mudah, aman, dan bertanggung jawab. Di SPayLater, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna, sekaligus mengedepankan transparansi, edukasi, dan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab agar manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh semakin banyak masyarakat,” ujarnya.
Menurut perusahaan, pertumbuhan layanan pembiayaan digital perlu diimbangi dengan perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, serta penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dalam memilih layanan pembiayaan digital, masyarakat juga disarankan memastikan penyedia layanan telah berizin dan diawasi oleh OJK, memahami informasi pembiayaan secara menyeluruh, menjaga keamanan data pribadi, serta memperhatikan kemudahan akses terhadap layanan pelanggan.
Selain itu, pengalaman pengguna yang sederhana dan mudah digunakan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi sekaligus mendukung terciptanya ekosistem layanan keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.
PT Commerce Finance menilai inovasi teknologi terus berperan dalam meningkatkan pengalaman pengguna melalui kemudahan akses, proses yang lebih efisien, serta pengembangan fitur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tren tersebut juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital yang mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mengakses layanan keuangan.
Perusahaan menyebut inovasi yang dikembangkan SPayLater memperoleh pengakuan melalui penghargaan Best PayLater Service pada kategori Financial Solution, Retail, and Education dalam Selular Award 2026.
Ke depan, PT Commerce Finance berharap kolaborasi dalam pengembangan teknologi, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan perlindungan konsumen dapat mempercepat terbentuknya ekosistem layanan keuangan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.(ak)