telkomsel halo

Industri Pindar salurkan Rp1.388 triliun ke sektor riil

06:58:00 | 15 Jun 2026
Industri Pindar salurkan Rp1.388 triliun ke sektor riil
JAKARTA (IndoTelko) - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan kontribusi industri pinjaman daring (pindar) terhadap perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan yang telah melampaui Rp1.388 triliun. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif dan menjadi sarana akses keuangan bagi jutaan masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan formal.

Menurut data industri, sejak mulai beroperasi hingga saat ini, layanan pindar telah menjangkau lebih dari 169 juta peminjam aktif. Sekitar 38% hingga 40% di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh akses pendanaan untuk pertama kalinya. Sementara itu, lebih dari 90% peminjam tercatat mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai masih terdapat ketimpangan persepsi publik terhadap industri pindar. Menurutnya, banyak kisah sukses pengguna yang jarang terekspos dibandingkan sorotan terhadap kasus-kasus negatif yang terjadi di industri tersebut.

Ia menjelaskan bahwa layanan pindar telah menjadi jembatan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki rekam jejak kredit di sektor perbankan. Akses pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan produktif, mulai dari tambahan modal usaha, pembelian stok barang dagangan, hingga kebutuhan pendidikan.

AFTECH juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anggota yang bergerak di sektor pindar menjalankan operasional sesuai standar tata kelola yang ketat. Hal itu mencakup transparansi biaya dan bunga, serta penyediaan mekanisme perlindungan konsumen yang mudah diakses masyarakat.

Menurut Firlie, kepercayaan menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan industri fintech lending. Karena itu, AFTECH tidak hanya berperan sebagai wadah organisasi, tetapi juga aktif mendorong anggotanya membangun kredibilitas di mata pengguna, regulator, dan masyarakat.

Di sisi pelaku industri, dampak pembiayaan dinilai tidak hanya berhenti pada pencairan pinjaman. Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengatakan banyak pengguna yang awalnya memanfaatkan layanan untuk kebutuhan usaha skala kecil, kemudian berkembang hingga mampu memperluas bisnis dan memasuki ekosistem keuangan formal.

Menurutnya, layanan pindar berfungsi sebagai pintu masuk bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap produk keuangan formal. Pengalaman positif pada tahap awal menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pandangan serupa disampaikan Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama. Ia menilai akses modal bagi masyarakat yang selama ini sulit memperoleh pembiayaan formal mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

Pembiayaan produktif tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima pinjaman, tetapi juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar, termasuk penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha pemasok lokal, serta perputaran ekonomi di tingkat komunitas.

Saat ini AFTECH menaungi sembilan penyelenggara pindar yang aktif beroperasi, yakni Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai. Seluruh perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjalankan komitmen yang sama terkait tata kelola serta perlindungan konsumen.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi industri, AFTECH mendorong seluruh anggotanya untuk secara rutin mempublikasikan data kinerja, termasuk tingkat pengembalian pinjaman, jumlah UMKM yang menerima pembiayaan, hingga hasil audit proses penagihan.

GCG BUMN
Melalui langkah tersebut, AFTECH berharap masyarakat dapat melihat industri pindar secara lebih utuh sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories