telkomsel halo

Minat investor PINTU pada saham AS berbasis Blockchain melonjak

06:03:00 | 30 Jun 2026
Minat investor PINTU pada saham AS berbasis Blockchain melonjak
JAKARTA (IndoTelko) - Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi aset terus menunjukkan tren positif. PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pertumbuhan signifikan pada perdagangan aset tertokenisasi selama semester pertama 2026.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan jumlah monthly unique traderuntuk produk tokenisasi aset meningkat 40 persen pada Mei 2026 dibandingkan Januari 2026. Pertumbuhan juga terlihat pada instrumen berbasis indeks saham Amerika Serikat, yakni Nasdaq (QQQX) dan S&P 500 (SPYX), yang masing-masing mencatat kenaikan transaksi bulanan sebesar 64 persen dan 51 persen pada periode AprilMei 2026.

Menurut Iskandar, peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya ketertarikan investor Indonesia untuk melakukan diversifikasi portofolio ke aset global melalui teknologi blockchain.

Di tingkat global, sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) juga berkembang pesat. Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, kapitalisasi pasar aset RWA on-chain telah mencapai 32,23 miliar dolar Amerika Serikat, melonjak drastis dibandingkan sekitar 1,8 miliar dolar AS pada awal 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya adopsi institusi keuangan global serta meningkatnya minat investor ritel terhadap akses investasi lintas negara.

Iskandar menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang membuat tokenisasi aset semakin diminati investor Indonesia. Selain dikenakan pajak final sebesar 0,21 persen yang hanya berlaku saat penjualan aset, investor juga memperoleh fleksibilitas untuk bertransaksi selama 24 jam setiap hari tanpa mengikuti jam operasional bursa saham. Seluruh transaksi pun dapat dilakukan langsung menggunakan mata uang rupiah tanpa perlu melakukan konversi valuta asing.

Saat ini PINTU menyediakan 48 aset tertokenisasi yang mewakili berbagai sektor industri global. Beberapa di antaranya merupakan saham perusahaan teknologi besar seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, dan Amazon, serta perusahaan sektor keuangan seperti JPMorgan Chase & Co. Selain saham individual, tersedia pula instrumen yang memberikan eksposur terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), kesehatan, energi, barang konsumsi, aerospace & defense, logam mulia, obligasi pemerintah Amerika Serikat, hingga ETF global.

PINTU menilai tokenisasi aset bukan sekadar tren baru, melainkan inovasi yang membuka akses investasi internasional bagi investor ritel yang sebelumnya relatif sulit dijangkau.

GCG BUMN
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas pilihan aset tertokenisasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak investor Indonesia dapat memanfaatkan peluang investasi global melalui teknologi blockchain. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories