JAKARTA (IndoTelko) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya dialog sosial, perluasan pelindungan sosial lintas negara, dan pembelajaran sepanjang hayat untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di kawasan Asia Tenggara.
Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam ASEAN Trade Union Council (AseanTUC) Regional Consultation Workshop di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan serikat pekerja diperlukan untuk menjaga hak-hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Yassierli menyatakan pemerintah mendukung pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan yang diangkat AseanTUC. Ia juga mengapresiasi peran organisasi tersebut dalam memperjuangkan hak-hak dasar buruh di kawasan.
Ia menegaskan, kebebasan berserikat merupakan hak fundamental pekerja yang dijamin konstitusi dan konvensi internasional. Pemenuhan hak tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.
Dalam kegiatan tersebut, Yassierli menyerahkan sertifikat pengakuan kepada AseanTUC atas kontribusinya dalam memperkuat dialog sosial, menjaga solidaritas pekerja, dan mendorong perluasan pelindungan sosial di Asia Tenggara.
Pemerintah Indonesia juga menyambut keputusan AseanTUC untuk mendirikan kantor pusat di Jakarta. Kehadiran kantor tersebut diharapkan mempererat koordinasi dan kolaborasi strategis antara pemerintah dan gerakan serikat pekerja di kawasan.
Yassierli menambahkan, gejolak ekonomi global membutuhkan kerja sama lintas negara untuk memperkuat kapasitas menghadapi perubahan ekonomi. Pemerintah Indonesia, lanjutnya, siap menjadi mitra dialog yang terbuka bagi gerakan serikat pekerja dalam mendorong pelindungan dan kesejahteraan pekerja. (mas)