telkomsel halo

ABI ajak waspada penipuan digital berbasis AI

09:09:17 | 26 Jun 2026
ABI ajak waspada penipuan digital berbasis AI
JAKARTA (IndoTelko) - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital dan berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang. Ajakan tersebut disampaikan dalam Festival Aman Digital 2026 yang digelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi keamanan siber nasional.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Jakarta itu, ABI diwakili oleh PINTU dan bergabung bersama pemerintah, regulator, pelaku industri, komunitas, serta lembaga keuangan untuk membahas tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, mengatakan peningkatan literasi keamanan siber memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, program Gerakan Nasional 90 Hari Literasi Keamanan Siber menjadi bagian dari implementasi rencana aksi nasional yang tidak dapat dijalankan hanya oleh satu institusi, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi. Ia menilai ancaman siber kini tidak hanya menyerang sistem teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelemahan manusia melalui rekayasa sosial, kebocoran data pribadi, hingga penyebaran disinformasi.

Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Sekretariat Satgas PASTI, Daniel Apriandi, mengungkapkan kelompok usia produktif antara 25 hingga 49 tahun menjadi sasaran utama pelaku penipuan digital karena paling aktif melakukan transaksi secara daring.

Ia menambahkan, modus kejahatan seperti phishing dan social engineering terus meningkat, bahkan kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan deepfake yang mampu meniru wajah, suara, hingga ekspresi seseorang untuk mengelabui korban.

Mewakili ABI, Deny Giovanno yang juga menjabat Public Policy & Government Relations Manager PINTU mengatakan peningkatan literasi menjadi salah satu langkah utama dalam menekan risiko kejahatan siber.

Menurutnya, ABI bersama para anggotanya secara konsisten menjalankan berbagai program edukasi, salah satunya Bulan Literasi Kripto yang telah berlangsung sejak 2023 atas inisiatif OJK bersama ABI.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto dan teknologi blockchain agar mampu mengenali potensi risiko sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut secara aman dan bertanggung jawab.

“Berbagai program edukasi yang kami jalankan merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan di era digital,” ujar Deny.

Festival Aman Digital 2026 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan siber nasional melalui berbagi praktik terbaik, penyusunan rekomendasi, serta penguatan jejaring literasi keamanan siber.

GCG BUMN
ABI menegaskan akan terus memperluas kerja sama dengan regulator, instansi pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya ekosistem blockchain dan aset kripto yang aman. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories