telkomsel halo

Setahun melantai di Bursa, MINE bagikan dividen 30% dari laba 2025

07:38:00 | 24 Apr 2026
Setahun melantai di Bursa, MINE bagikan dividen 30% dari laba 2025
JAKARTA (IndoTelko) PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham, setara 30% dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada Rabu (22/4).

Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, mengatakan pembagian dividen menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pengelolaan usaha yang disiplin, terukur, dan berhati-hati di tengah dinamika sektor pertambangan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah. Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” ujar Ivo dalam paparan publik usai RUPST di Jakarta.

Ia menambahkan, kebijakan dividen ke depan akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan ekspansi, serta prospek industri agar selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.

Sepanjang 2025, MINE membukukan kinerja positif di tengah tantangan industri tambang dan ekonomi global. Pendapatan perusahaan tumbuh 11,8% menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong kontribusi dua sumber pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral(SCM), yang memperkuat portofolio bisnis perseroan.

Untuk 2026, perusahaan menyatakan akan aktif memperoleh kontrak baru, menjaga kepercayaan mitra kerja, dan mengembangkan lini bisnis guna memperluas peluang pertumbuhan.

Dana IPO Terealisasi 100%

Dalam kesempatan yang sama, manajemen melaporkan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana tersebut telah direalisasikan 100% sesuai prospektus.

Dana digunakan untuk:

    pengadaan alat berat
    pembelian aset berupa tanah dan bangunan
    modal kerja perseroan
Selama 2025, MINE juga telah melakukan pengadaan alat berat senilai Rp267 miliar untuk mendukung operasional kontrak-kontrak baru.

Menurut Ivo, industri jasa penunjang pertambangan masih memiliki prospek positif, seiring posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri pertambangan global dengan cadangan komoditas strategis seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya.

GCG BUMN
“Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas. Ke depan, Perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” tutupnya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories