JAKARTA (IndoTelko) PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham, setara 30% dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada Rabu (22/4).
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, mengatakan pembagian dividen menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pengelolaan usaha yang disiplin, terukur, dan berhati-hati di tengah dinamika sektor pertambangan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah. Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” ujar Ivo dalam paparan publik usai RUPST di Jakarta.
Ia menambahkan, kebijakan dividen ke depan akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan ekspansi, serta prospek industri agar selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.
Sepanjang 2025, MINE membukukan kinerja positif di tengah tantangan industri tambang dan ekonomi global. Pendapatan perusahaan tumbuh 11,8% menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong kontribusi dua sumber pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral(SCM), yang memperkuat portofolio bisnis perseroan.
Untuk 2026, perusahaan menyatakan akan aktif memperoleh kontrak baru, menjaga kepercayaan mitra kerja, dan mengembangkan lini bisnis guna memperluas peluang pertumbuhan.
Dana IPO Terealisasi 100%
Dalam kesempatan yang sama, manajemen melaporkan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana tersebut telah direalisasikan 100% sesuai prospektus.
Dana digunakan untuk: