JAKARTA (IndoTelko) - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,66 triliun.
Angka tersebut meningkat 117% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,69 triliun. Pertumbuhan ini juga diikuti dengan perbaikan kinerja keuangan, di mana APLN berhasil membalikkan rugi komprehensif pada Semester I 2025 menjadi laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp523,5 miliar.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan peningkatan kinerja tersebut menunjukkan strategi bisnis perusahaan berjalan sesuai rencana melalui optimalisasi aset, penguatan portofolio proyek, serta peningkatan efisiensi operasional.
“Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan implementasi strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan ini memberikan keyakinan bagi kami untuk menjaga momentum hingga akhir tahun,” ujar Justini.
Salah satu pendorong utama kinerja APLN berasal dari transaksi penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia melalui anak usaha APLN, PT Sinar Menara Deli.
Transaksi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam melakukan optimalisasi dan penyeimbangan portofolio aset agar dapat lebih fokus pada pengembangan aset yang memberikan kontribusi jangka panjang.
Selain itu, penjualan yang diakui perusahaan sepanjang semester pertama mencapai Rp3,11 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun.
Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar untuk menopang kestabilan bisnis perusahaan.
Peningkatan penjualan turut mendorong kenaikan laba bruto APLN menjadi Rp1,24 triliun atau tumbuh sekitar 91%. Di sisi lain, beban bunga dan biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp206,1 miliar.
Utang turun Rp4,5 triliun dalam 2,5 tahun
Dari sisi struktur keuangan, APLN juga mencatat penurunan liabilitas secara berkelanjutan. Hingga Juni 2026, total liabilitas perusahaan tercatat Rp10,37 triliun, turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun.
Dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun, APLN berhasil mengurangi total liabilitas hingga Rp4,5 triliun. Pada akhir 2023, total liabilitas perusahaan masih berada di level Rp14,87 triliun.
Selain menurunkan kewajiban, posisi kas dan setara kas perusahaan meningkat menjadi Rp1,13 triliun dengan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun.
“Kami terus berfokus pada proyek dengan permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian pembangunan, serta mengelola aset secara optimal untuk menciptakan nilai tambah dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan,” kata Justini.
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, APLN menilai industri properti masih menghadapi tantangan hingga akhir 2026, termasuk perubahan suku bunga, kondisi daya beli masyarakat, serta tingkat keyakinan konsumen terhadap ekonomi.
Namun, dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di sektor properti, perusahaan optimistis mampu memanfaatkan peluang melalui pengembangan produk berkualitas dan pengelolaan aset yang berkelanjutan. (mas)