telkomsel halo

Nusantara Infrastructure catat kinerja positif, laba MUN naik 12%

06:57:00 | 02 Aug 2026
Nusantara Infrastructure catat kinerja positif, laba MUN naik 12%
JAKARTA (IndoTelko) - PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) mencatat penguatan kinerja bisnis jalan tol melalui entitas asosiasinya, PT Margautama Nusantara (MUN) Group, sepanjang Semester I 2026.

Hingga Juni 2026, volume lalu lintas MUN Group tercatat tumbuh 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan trafik di sejumlah ruas utama, termasuk Jalan Tol BSD yang naik 5,6% secara tahunan dan Jalan Tol Makassar yang meningkat 6,2%.

Kinerja operasional yang positif turut berdampak pada pendapatan MUN Group. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp424,1 miliar atau meningkat 7,3% dibandingkan Semester I 2025.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih MUN Group tumbuh 12% secara tahunan. Peningkatan tersebut didukung oleh pertumbuhan operasional serta penurunan beban bunga. Kontribusi laba dari entitas asosiasi ini turut memperkuat kinerja konsolidasi NI dengan nilai sebesar Rp55,1 miliar, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas operasional dan mengoptimalkan aset jalan tol di tengah dinamika industri infrastruktur.

“Peningkatan laba operasional dan net income MUN Group menunjukkan upaya kami menjaga efisiensi serta kualitas layanan agar dapat memberikan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan dan pemangku kepentingan,” ujar Indah.

Selain menjaga pertumbuhan bisnis tol, NI juga memperkuat kondisi keuangannya. Dibandingkan posisi 2025, ekuitas perusahaan meningkat 0,2%, sementara liabilitas turun 8,5%. Perseroan juga telah menyelesaikan pembayaran dividen sebesar Rp45,4 miliar pada Juni 2026.

Di luar sektor jalan tol, Nusantara Infrastructure Group terus mengembangkan bisnis air bersih dan energi terbarukan. Segmen air mencatat pertumbuhan volume penjualan sebesar 3,9% secara tahunan seiring bertambahnya pelanggan dan perluasan area layanan.

Sementara itu, bisnis energi terbarukan mengalami penurunan volume penjualan sebesar 16,4% secara tahunan akibat keterbatasan ketersediaan bahan baku pada salah satu proyek.

GCG BUMN
Ke depan, perseroan menyatakan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengelolaan risiko, serta mengembangkan portofolio bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories