JAKARTA (IndoTelko) - MODENA memperluas program pendidikan vokasi MODENA Tech School ke Yogyakarta melalui kerja sama dengan SMK Negeri 3 Yogyakarta untuk menyiapkan tenaga teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ekspansi ini dilakukan setelah perusahaan menjalankan program serupa di Surabaya, yang telah menghasilkan 40 siswa bersertifikat dan mengantarkan lebih dari 30% siswa berprestasi direkrut MODENA.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun jalur pengembangan talenta teknis sejak bangku sekolah hingga memasuki dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan vokasi, MODENA mengintegrasikan kebutuhan pembelajaran sekolah dengan pengalaman industri.
Executive Vice President of Operations MODENA, Kim Il Dong, mengatakan program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Capaian di Surabaya menjadi salah satu pertimbangan perusahaan memperluas program ke Yogyakarta. Langkah ini sekaligus membuka peluang pengembangan tenaga kerja terampil melalui pendidikan yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dan praktik industri.
Peserta MODENA Tech School akan mengikuti pelatihan selama dua semester dengan materi yang mencakup dasar-dasar teknisi, pemahaman produk MODENA, administrasi, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi.
Program ini juga mencakup penyelarasan kurikulum dan pelatihan keterampilan teknis (hard skill) maupun nonteknis (soft skill) bagi siswa dan pengajar. Peserta berkesempatan memperoleh sertifikasi resmi serta mengikuti program magang di MODENA.
Bagi siswa dengan performa terbaik, perusahaan membuka peluang untuk bergabung dengan tim profesionalnya. Skema tersebut memperlihatkan bagaimana kolaborasi pendidikan dan industri dapat menjadi jalur perekrutan tenaga kerja sekaligus membantu perusahaan menyiapkan kandidat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan operasional.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Suci Rohmadi, menilai kerja sama antara sekolah dan industri perlu menghasilkan manfaat konkret bagi siswa, mulai dari penguasaan kompetensi hingga peluang rekrutmen.
Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses pendidikan perlu berjalan seiring dengan upaya sekolah menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan daya saing lulusan SMK di tengah perkembangan teknologi.
Untuk mendukung pelaksanaan program di SMKN 3 Yogyakarta, MODENA menghadirkan teknisi profesional yang memberikan pelatihan langsung kepada siswa dan pengajar. Pembelajaran tersebut diarahkan untuk memperkenalkan keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk penanganan masalah teknis.
Perusahaan juga menyediakan booth dan berbagai produk MODENA di lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran praktik. Fasilitas tersebut memungkinkan siswa mempelajari produk sekaligus memahami proses penanganan kendala teknis.
Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, mengatakan pengalaman praktik menjadi bekal penting bagi siswa untuk memasuki dunia kerja.
Melalui kolaborasi tersebut, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah dan memahami budaya kerja profesional.
Ekspansi MODENA Tech School ke Yogyakarta memperluas keterlibatan perusahaan dalam pendidikan vokasi. Bagi industri, model kerja sama semacam ini berpotensi membantu mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan tenaga kerja, sekaligus membuka jalur perekrutan yang lebih terarah.
MODENA menyatakan akan menjajaki kerja sama dengan lebih banyak institusi pendidikan untuk memperkuat kompetensi talenta muda dan meningkatkan keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. (mas)