telkomsel halo

Bank DBS Indonesia perkuat komitmen ESG lewat pembiayaan Hijau

08:08:00 | 13 Jun 2026
Bank DBS Indonesia perkuat komitmen ESG lewat pembiayaan Hijau
JAKARTA (IndoTelko) - PT Bank DBS Indonesia terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis. Sepanjang 2025, bank tersebut membukukan portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun atau setara 19,1% dari total penyaluran kredit, meningkat dibandingkan Rp14,1 triliun pada 2024.

Capaian tersebut tercantum dalam Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025 yang menunjukkan konsistensi Bank DBS Indonesia dalam mendukung sektor usaha yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan inklusif.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi Rp6,13 triliun pada 2025, naik sekitar 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,98 triliun. Di tengah tantangan margin yang masih berlangsung di industri perbankan, perusahaan juga berhasil meningkatkan laba bersih menjadi Rp1,72 triliun atau tumbuh sekitar 15,8% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,49 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan pendapatan operasional dan stabilnya aktivitas bisnis sepanjang tahun. Sementara itu, kondisi permodalan tetap terjaga kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,22%, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi bank untuk terus mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) menjadi bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan bisnis. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat implementasi Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB).

Komitmen tersebut sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No.51/POJK.03/2017 mengenai keuangan berkelanjutan. Implementasinya dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.

Strategi keberlanjutan juga tercermin dalam pengembangan berbagai produk dan layanan keuangan, seperti Spark Savings yang sebelumnya dikenal sebagai Green Savings, reksa dana bertema ESG, hingga obligasi hijau yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Perluas Inklusi Keuangan dan Dampak Sosial

Selain fokus pada pembiayaan berkelanjutan, Bank DBS Indonesia juga memperluas kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat. Secara kumulatif, perusahaan telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai mitra pembiayaan. Dukungan kepada sektor UMKM juga dilakukan melalui penyaluran modal kerja beredar senilai Rp70 miliar.

Upaya tersebut turut tercermin dari Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97%, melampaui target internal perusahaan.

Di bidang sosial, berbagai program keberlanjutan yang dijalankan Bank DBS Indonesia telah menjangkau lebih dari 141 ribu individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, perusahaan tercatat telah menyalurkan lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung organisasi nirlaba dan usaha berdampak yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan inklusi keuangan.

Melalui DBS Foundation, bank juga mengalokasikan hibah sebesar SGD850 ribu kepada lima organisasi dan pelaku usaha sosial di Indonesia, yaitu DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN. Selain itu, program Impact Beyond Dialogue turut digelar untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai tantangan masyarakat menua (ageing society) dan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan demografi.

Fokus pada Ketahanan Pangan dan Pengembangan Talenta

Di sektor ketahanan pangan, program FEAST! yang dijalankan di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah membekali 40 kader desa dengan kemampuan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, pengelolaan gizi keluarga, serta diversifikasi pangan.

Sementara itu, inisiatif Food Rescue Warrior yang dijalankan bersama FoodCycle Indonesia berhasil menyalurkan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 penerima manfaat. Program tersebut juga membantu mengurangi limbah makanan dengan mengalihkan lebih dari 425.600 kilogram bahan pangan dari rantai pasok.

Kontribusi sosial perusahaan turut diperkuat oleh peningkatan aktivitas kerelawanan karyawan yang tumbuh 12% secara tahunan. Sepanjang 2025, karyawan Bank DBS Indonesia menyumbangkan lebih dari 54.800 jam kegiatan sukarela yang memberikan manfaat bagi lebih dari 111 ribu individu.

Salah satu program yang dijalankan adalah DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding yang melibatkan 146 relawan untuk memberikan pelatihan soft skill kepada lebih dari 2.700 siswa SMK dan mahasiswa.

Raih Berbagai Penghargaan Global

Konsistensi Bank DBS Indonesia dalam menjalankan agenda keberlanjutan turut mendapatkan pengakuan internasional. Perusahaan berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk World’s Best Bank for Corporate Responsibility 2025 dari Euromoney serta Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance.

Selain itu, Bank DBS Indonesia kembali mempertahankan predikat Best Sustainable Bank dari FinanceAsia Awards 2026 untuk tahun kedua berturut-turut. Penghargaan lain yang diraih antara lain Project Finance House of the Year dan Project Finance Advisory House of the Year Indonesia dalam ajang Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2026, serta Best Corporate Sustainability Initiatives Awards dari MIX Magazine.

GCG BUMN
Lim Chu Chong menegaskan, dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, Bank DBS Indonesia optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, karyawan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories