telkomsel halo

DBS perkuat AI dan riset untuk bantu nasabah hadapi ketidakpastian ekonomi

06:08:00 | 28 Jun 2026
DBS perkuat AI dan riset untuk bantu nasabah hadapi ketidakpastian ekonomi
JAKARTA (IndoTelko) PT Bank DBS Indonesia memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), riset pasar, dan layanan advisory untuk membantu nasabah menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Bank menilai peran lembaga keuangan kini tidak lagi sebatas penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan dinamika ekonomi yang semakin kompleks menuntut perbankan menghadirkan layanan yang mampu membantu nasabah membaca risiko sekaligus menangkap peluang.

“Perbankan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga menyediakan wawasan yang relevan untuk membantu nasabah mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Dengan dukungan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), kami menghadirkan insight yang lebih cepat dan mendalam guna membantu nasabah menavigasi berbagai tantangan ekonomi,” ujarnya.

Untuk mendukung strategi tersebut, Bank DBS Indonesia mengandalkan layanan berbasis riset melalui DBS Research dan CIO Insights yang menyediakan analisis ekonomi dan pasar bagi nasabah individu maupun korporasi.

Di segmen korporasi, bank juga memanfaatkan jaringan regional DBS Group untuk membantu perusahaan memperluas bisnis di Asia, khususnya pada sektor energi, pertanian, pertambangan, infrastruktur, teknologi, dan telekomunikasi.

Penguatan layanan tersebut sejalan dengan pertumbuhan bisnis wealth management. Sepanjang 2025, aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) Bank DBS Indonesia tumbuh 11% secara tahunan menjadi SGD5,447 miliar.

Ke depan, bank akan memperluas layanan pengelolaan kekayaan melalui kolaborasi strategis, peningkatan kompetensi relationship manager, serta pengembangan solusi investasi yang berkelanjutan. Layanan treasury untuk kebutuhan investasi, lindung nilai (hedging), dan manajemen risiko juga terus diperkuat.

AI menjadi salah satu fokus utama transformasi Bank DBS Indonesia. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan personalisasi layanan kepada nasabah, mempercepat proses operasional, sekaligus mendukung produktivitas karyawan.

Hingga saat ini, lebih dari 2.800 karyawan telah mengikuti program pengembangan kompetensi AI dan data, didukung akses ke lebih dari 10.000 materi pembelajaran.

“Filosofi kami adalah menyelamatkan manusia, bukan pekerjaannya. AI kami manfaatkan untuk menciptakan kapasitas baru yang dapat dialihkan ke area pertumbuhan dan prioritas bisnis,” kata Lim.

Selain memperkuat transformasi digital, Bank DBS Indonesia juga melanjutkan program keberlanjutan melalui DBS Foundation. Sejak 2024 hingga akhir 2025, yayasan tersebut menyalurkan hibah lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Di sisi internal, karyawan Bank DBS Indonesia mencatat lebih dari 48.500 jam kegiatan sukarela sepanjang 2025 melalui berbagai program literasi keuangan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan akses nutrisi.

GCG BUMN
“Pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat. Kami akan terus menjalankan komitmen sebagai Best Bank for a Better World dengan membantu nasabah bertumbuh sekaligus menciptakan dampak positif yang lebih luas,” tutup Lim. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories