JAKARTA (IndoTelko) PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp50 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemberian nilai kepada pemegang saham dan penguatan kapasitas investasi jangka panjang.
Sepanjang 2025, PALM membukukan laba bersih Rp1,85 triliun atau tumbuh 193% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh keuntungan neto dari investasi saham dan instrumen ekuitas yang mencapai Rp2,23 triliun.
Sejalan dengan peningkatan profitabilitas, total aset perusahaan juga naik 17% menjadi Rp9,19 triliun dibandingkan Rp7,87 triliun pada 2024.
Presiden Direktur PALM, Tri Boewono, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi investasi yang dijalankan perusahaan serta kemampuan tim investasi dalam menangkap peluang yang tersedia di pasar.
Menurutnya, pembagian dividen merupakan hasil dari kinerja investasi yang solid, sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham. Di sisi lain, perusahaan tetap mempertahankan sebagian besar laba guna memperkuat modal investasi dan mendukung ekspansi portofolio.
Saat ini PALM berfokus pada tiga sektor utama yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, yakni sumber daya alam, teknologi-media-telekomunikasi (TMT), serta logistik.
“Kami terus mengembangkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia agar setiap investasi yang dilakukan mampu memberikan pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah yang optimal,” ujar Tri.
Memasuki 2026, tren pertumbuhan perusahaan berlanjut. Pada kuartal I 2026, PALM mencatat laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun atau melonjak 263,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan keuntungan neto atas investasi saham dan instrumen ekuitas lainnya yang mencapai Rp2,44 triliun, tumbuh 287,2% secara tahunan. Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp11,55 triliun atau naik 25,6% dibandingkan posisi akhir 2025.
Direktur PALM, Ellen Kartika, menjelaskan salah satu faktor yang mendukung kinerja perusahaan adalah keberhasilan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri pada September 2025.
Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan investasi yang signifikan sekaligus memungkinkan perusahaan melakukan percepatan pembayaran utang dan memperkuat struktur keuangan untuk mendukung strategi investasi berikutnya.
Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar, PALM tetap menerapkan pengelolaan portofolio secara aktif dan adaptif. Salah satu investasi utama perusahaan saat ini berada pada sektor pertambangan melalui kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Per 31 Maret 2026, PALM tercatat memiliki 1,34 miliar saham Merdeka Copper Gold dengan nilai wajar investasi sekitar Rp4,2 triliun. Investasi tersebut menunjukkan apresiasi signifikan dibandingkan harga perolehan rata-rata perusahaan.
Menurut Ellen, sektor pertambangan, khususnya yang terkait komoditas emas dan logam strategis, masih menawarkan prospek menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, perusahaan melihat aset dengan fundamental kuat dan karakter defensif sebagai bagian penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan kinerja yang terus menguat hingga awal 2026, PALM optimistis dapat melanjutkan ekspansi portofolio investasi dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di sektor-sektor yang menjadi fokus utama perusahaan. (mas)