telkomsel halo

Mitratel andalkan Shared Infrastructure untuk perluas akses digital nasional

05:14:00 | 24 Okt 2026
Mitratel andalkan Shared Infrastructure untuk perluas akses digital nasional
JAKARTA (IndoTelko) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mendorong pemerataan konektivitas digital nasional melalui pendekatan shared infrastructure atau pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi secara bersama. Strategi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi investasi, mempercepat pembangunan jaringan, dan memperluas akses konektivitas ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel, Hastining Bagyo Astuti, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Building Indonesia’s Sovereign Technology Ecosystem pada Sovereign Tech Summit 2026, Kamis (22/10/2026). Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026.

Menurut Hastining, pemerataan konektivitas tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur baru. Pemanfaatan infrastruktur secara optimal juga diperlukan agar jaringan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk wilayah yang belum terlayani secara memadai.

Hingga semester I-2026, Mitratel memiliki 40.563 menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik sepanjang 59.239 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi modal untuk mendukung perluasan konektivitas dan meningkatkan pemanfaatan jaringan bersama oleh operator telekomunikasi.

“Melalui shared infrastructure, kami ingin mendorong ekosistem konektivitas yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Indonesia,” ujar Hastining.

Kembangkan Bisnis di Luar Menara

Mitratel juga memperluas perannya sebagai Next-Generation Tower Company. Perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan menara telekomunikasi, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur konektivitas digital yang terintegrasi.

Pengembangan tersebut mencakup layanan fiber connectivity, penyediaan daya melalui skema Power as a Service, serta peluang bisnis infrastruktur digital lain yang berkaitan dengan kebutuhan konektivitas.

Hastining mengatakan, pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk membantu operator memperluas jangkauan, meningkatkan kapasitas jaringan, dan mempercepat implementasi layanan digital.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur digital merupakan investasi strategis untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital, dan membuka peluang ekonomi di berbagai daerah.

Expert Team Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Alif Bajara, menilai pemerataan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri, disertai kepastian investasi serta kebijakan yang mendukung.

Menurut Alif, pendekatan shared infrastructure dapat membantu mempercepat pemerataan akses, terutama di daerah yang memiliki kebutuhan konektivitas tinggi tetapi masih menghadapi tantangan kelayakan komersial.

GCG BUMN
Melalui partisipasinya dalam BTW 2026 yang berlangsung pada 1923 Oktober, Mitratel menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah, dan pelaku industri dalam mengembangkan infrastruktur digital yang terintegrasi dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories