telkomsel halo

Keterikatan karyawan Indonesia capai 85% pada 2026

05:39:00 | 28 Okt 2026
Keterikatan karyawan Indonesia capai 85% pada 2026
JAKARTA (IndoTelko) Perusahaan di Indonesia perlu memperkuat kepemimpinan, memberikan ruang kerja yang lebih fleksibel, dan menjaga kesejahteraan karyawan untuk mempertahankan produktivitas bisnis. Laporan Marsh Employee Engagement 2026 mencatat tingkat keterikatan karyawan (employee engagement) di Indonesia mencapai 85%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Tenggara sebesar 73% dan global 69%.

Meski masih unggul, skor Indonesia turun satu poin persentase dibandingkan 86% pada 2025. Marsh menilai perusahaan perlu menjaga keterikatan tersebut melalui kejelasan arah bisnis, dukungan pengembangan karier, dan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan berkembang.

Presiden Direktur sekaligus Workforce and Rewards Leader Marsh Indonesia, Isdar Andre Marwan, mengatakan karyawan Indonesia memiliki ikatan kuat dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Rasa bangga dan kepemilikan terhadap organisasi turut memengaruhi keterlibatan, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan pekerjaan.

Menurutnya, perusahaan perlu menyeimbangkan keterikatan tersebut dengan kejelasan arah organisasi dan dukungan yang memungkinkan karyawan mengembangkan potensinya.

Laporan Marsh menunjukkan keyakinan terhadap masa depan perusahaan menjadi faktor utama yang mendorong keterikatan karyawan di Indonesia. Peluang untuk mencapai aspirasi karier jangka panjang juga menjadi faktor penting yang memengaruhi hubungan karyawan dengan perusahaan.

Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi mengenai arah bisnis dan prospek karier. Dengan memahami tujuan perusahaan serta peluang pengembangan diri, karyawan dapat melihat keterkaitan antara pertumbuhan organisasi dan masa depan profesional mereka.

Dari sisi komunikasi perubahan, sebanyak 93% karyawan Indonesia menyatakan atasan mereka menjelaskan dengan baik dampak perubahan perusahaan terhadap pekerjaan. Angka tersebut melampaui rata-rata Asia Tenggara sebesar 81%.

Meski demikian, perusahaan masih memiliki peluang untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dengan memberikan keleluasaan lebih besar dalam menentukan cara kerja. Fleksibilitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang mendukung kebutuhan karyawan sekaligus pencapaian target organisasi.

Kesejahteraan Karyawan
Selain fleksibilitas, dukungan terhadap kesejahteraan karyawan menjadi aspek yang perlu dipertahankan. Sebanyak 83% karyawan Indonesia menyatakan perusahaan mereka menyediakan sarana dan sumber daya untuk membantu mengelola stres serta menjaga kesejahteraan (wellbeing). Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Tenggara sebesar 71%.

Isdar menilai tingkat keterikatan yang tinggi merupakan modal bagi perusahaan untuk menjaga komitmen dan keterlibatan karyawan. Namun, perusahaan perlu menerjemahkan capaian tersebut menjadi kebijakan yang konsisten melalui peran kepemimpinan dan dukungan terhadap kebutuhan karyawan.

GCG BUMN
Pemberian keleluasaan dalam bekerja, komunikasi yang jelas mengenai arah bisnis, serta dukungan kesejahteraan dinilai dapat membantu perusahaan mempertahankan keterikatan karyawan dalam jangka panjang. Upaya tersebut juga penting untuk mendukung pengembangan talenta dan menjaga keberlanjutan kinerja organisasi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories