telkomsel halo

AMD dorong UKM pilih AI sesuai kebutuhan bisnis

05:40:00 | 29 Okt 2026
AMD dorong UKM pilih AI sesuai kebutuhan bisnis
JAKARTA (IndoTelko) AMD menilai usaha kecil dan menengah (UKM) perlu menyesuaikan investasi kecerdasan buatan (AI) dengan kebutuhan operasional dan kemampuan finansial agar transformasi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi bisnis.

General Manager AMD untuk kawasan Asia Pasifik Alexey Navolokin mengatakan, perkembangan AI membuka peluang bagi UKM untuk meningkatkan produktivitas, mengotomatisasi pekerjaan rutin, dan mengalihkan fokus karyawan ke aktivitas yang memberikan nilai tambah lebih besar.

Menurutnya, keberhasilan investasi teknologi tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran. Kemampuan memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk berkembang dan mempertahankan daya saing.

Perkembangan AI juga mulai bergerak dari sistem yang sekadar merespons perintah menuju agentic AI, yaitu teknologi yang mampu melakukan penalaran, mengakses informasi, menggunakan berbagai perangkat, dan menjalankan rangkaian tugas secara bertahap.

Bagi UKM, kemampuan tersebut membuka peluang untuk menyederhanakan proses kerja dan meningkatkan kapasitas penyelesaian tugas tanpa harus menambah beban karyawan.

Saling Melengkapi
Peningkatan penggunaan AI turut meningkatkan kebutuhan terhadap konektivitas, aplikasi, data, dan kapasitas komputasi. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.

AMD menyoroti prosesor AMD Ryzen AI yang mengintegrasikan neural processing unit (NPU) untuk menjalankan sejumlah beban kerja AI secara lokal di perangkat. Pendekatan ini memungkinkan fitur seperti asisten cerdas, otomatisasi tugas, dan pemrosesan data secara real-time berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada komputasi cloud.

Selain performa, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya operasional dalam menentukan pendekatan AI. Pemanfaatan AI berbasis cloud dapat menimbulkan biaya berulang sesuai tingkat penggunaan, terutama ketika intensitas pemrosesan meningkat.

Sebaliknya, AI lokal memungkinkan sejumlah beban kerja diproses langsung di perangkat. Perusahaan dapat mempertimbangkan kebutuhan performa, kecepatan respons, kendali atas data, dan biaya jangka panjang sebelum memilih teknologi yang sesuai.

Navolokin menegaskan, pemanfaatan AI lokal tidak berarti perusahaan harus meninggalkan cloud. Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara berdampingan sesuai karakteristik pekerjaan dan kebutuhan bisnis.

Bagi UKM, perangkat yang mendukung AI berpotensi berkembang dari sekadar alat untuk menjalankan aplikasi menjadi sarana untuk mengotomatisasi proses, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendukung pengambilan keputusan.

Integrasi AI juga berpotensi meningkatkan produktivitas tanpa selalu membutuhkan investasi besar untuk menambah infrastruktur. UKM dapat mengadopsi teknologi secara bertahap dengan menyesuaikan prioritas bisnis dan sumber daya yang tersedia.

GCG BUMN
Menurut Navolokin, adopsi teknologi perlu dipandang sebagai keputusan strategis untuk mendukung pertumbuhan usaha. Daya saing perusahaan tidak hanya bergantung pada akses terhadap teknologi terbaru, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkannya untuk menciptakan nilai nyata bagi bisnis. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories