telkomsel halo

Tencent gandeng Kemenekraf, dorong IP lokal Indonesia mendunia

06:14:00 | 25 Okt 2026
Tencent gandeng Kemenekraf, dorong IP lokal Indonesia mendunia
JAKARTA (IndoTelko) - Tencent menjalin kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf) untuk memperkuat industri kreatif digital nasional dan membuka peluang bagi kekayaan intelektual (IP) lokal menjangkau pasar global.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, 22 Oktober 2026.

MoU ditandatangani Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati dan Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn), serta disaksikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Kerja sama ini mencakup penjajakan pengembangan IP lokal, peningkatan kapabilitas pelaku industri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sektor gim, media, dan konten kreatif. Tencent juga menghadirkan sejumlah judul gim dan layanan WeTV di Creative Village Kemenekraf/Bekraf selama WCCE 2026.

Ada tiga bidang yang menjadi fokus penjajakan kolaborasi. Pertama, pengembangan dan promosi konten kreatif yang mengangkat budaya serta warisan Indonesia, termasuk membuka peluang komersialisasi IP orisinal melalui gim, media, dan produk kreatif lainnya.

Kedua, penguatan ekosistem digital melalui pelatihan, kelas master, dan lokakarya terkait produksi konten, desain gim, monetisasi IP, kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan, dan keamanan siber. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan talenta serta kapasitas produksi pelaku industri lokal.

Ketiga, pemanfaatan gim untuk mendukung ekonomi kreatif dan masyarakat digital. Ruang kerja sama yang dijajaki meliputi pengembangan talenta gim dan esports, akses ke jaringan industri internasional, kemitraan bisnis, pendampingan, serta penerbitan karya.

“Lewat perjanjian ini, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf akan menjajaki kerja sama praktis dalam pengembangan keterampilan, pertukaran industri, dan teknologi,” ujar Monrawee Ampolpittayanant.

Dorong Partisipasi Digital yang Sehat

Selain pengembangan industri, Tencent menyoroti pentingnya membangun kebiasaan digital yang bertanggung jawab, terutama bagi generasi muda yang semakin dekat dengan gim dan berbagai platform digital.

Melalui inisiatif Beyond the Screen: Healthy Digital Play, Tencent menggelar dialog di Jakarta pada 20 Oktober 2026, menjelang WCCE. Kegiatan ini melibatkan pembuat kebijakan, pendidik, masyarakat sipil, dan kreator konten untuk membahas perlindungan anak di ruang digital sekaligus mendorong pemanfaatan gim secara positif.

Diskusi tersebut mencakup pola pengasuhan digital, kebiasaan penggunaan layar yang sehat, keamanan daring, perlindungan pengguna di platform, serta potensi gim dalam mengembangkan keterampilan digital dan membuka peluang di industri kreatif.

Inisiatif ini juga dilengkapi lokakarya interaktif bagi orang tua. Dengan panduan pengasuhan digital yang disesuaikan dengan konteks lokal, peserta membahas penetapan batas waktu layar, komunikasi yang konstruktif mengenai gim, serta kesepakatan penggunaan teknologi dalam keluarga.

Deputy for Research and Data Asosiasi Game Indonesia (AGI), Vincentius Ismawan, mengatakan perlindungan anak di dunia maya perlu berjalan beriringan dengan upaya memberikan manfaat positif dari pengalaman digital.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Kemenekraf/Bekraf, Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Game Indonesia, Keluarga Kita, ICT Watch Indonesia, ECPAT Indonesia, dan Next Generation Indonesia.

GCG BUMN
Melalui rangkaian kolaborasi ini, Tencent dan para mitra menjajaki penguatan ekosistem kreatif yang menghubungkan IP, talenta, dan teknologi lokal dengan peluang pasar internasional. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories