telkomsel halo

Kinerja empat segmen menguat, Telkom raup pendapatan Rp113,5 triliun

16:51:00 | 02 Nov 2026
Kinerja empat segmen menguat, Telkom raup pendapatan Rp113,5 triliun
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ditopang bisnis Data, Internet & IT Services yang meningkat 8,3% menjadi Rp71,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA Telkom mencapai Rp55,5 triliun, naik 2% secara tahunan (YoY), dengan margin 48,9%. Laba bersih tercatat Rp14,4 triliun, sedangkan laba bersih normalisasi meningkat 3,9% menjadi Rp16,5 triliun.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan perusahaan terus menjalankan transformasi TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti, efisiensi operasional, dan peningkatan nilai jangka panjang. Peningkatan konsumsi data serta kebutuhan layanan digital dinilai menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengoptimalkan konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki.

Empat Segmen Bisnis Tumbuh

Pada segmen B2C, pendapatan tercatat Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY. Telkomsel membukukan pendapatan Rp82,9 triliun atau naik 1,8%, dengan kontribusi bisnis digital mencapai Rp60,7 triliun, tumbuh 7,7%. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler Telkomsel meningkat 7,1% menjadi Rp45.400.

Sementara itu, pendapatan IndiHome mencapai Rp19,1 triliun. Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggannya meningkat 1,2% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta, sedangkan ARPU naik 3,2% menjadi Rp217.700.

Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan pendapatan 5,5% menjadi Rp7,1 triliun, didukung layanan pusat data, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur. NeutraDC membukukan pendapatan Rp1,39 triliun hingga September 2026, naik 17% YoY, dengan EBITDA tumbuh 35%. Perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas pusat data hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW).

Di segmen B2B ICT, pendapatan meningkat 3,1% menjadi Rp11,2 triliun. Bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 10,2% menjadi Rp3,3 triliun. Jumlah pelanggan Indibiz juga naik 10,9% menjadi 771,1 ribu.

Segmen International membukukan pendapatan Rp8,9 triliun, tumbuh 5,8% YoY. Pertumbuhan didukung peningkatan pendapatan jaringan sebesar 50,2% menjadi Rp1,37 triliun. Telin juga memperluas infrastruktur konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut, termasuk ICE 1 yang telah mendarat di Batam dan proyek INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.

Percepatan Transformasi TLKM 30

Telkom terus menjalankan transformasi TLKM 30 melalui empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Hingga kuartal III 2026, perusahaan telah menyelesaikan penataan 14 entitas, terdiri atas divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, dan penggabungan dua entitas.

Belanja modal atau capex TelkomGroup mencapai Rp15,7 triliun, setara 13,8% dari pendapatan. Sebanyak 94,3% belanja modal dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperkuat kapabilitas konektivitas digital.

Dalam agenda Unlock Value, Telkom juga merampungkan pemisahan aset dan bisnis konektivitas fiber wholesale ke InfraNexia pada 30 September 2026. Melalui langkah ini, lebih dari 90% aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model carrier-neutral dan open-access, sekaligus membuka peluang komersialisasi serta kemitraan strategis.

Nanang menyatakan TelkomGroup akan melanjutkan transformasi untuk membangun organisasi yang lebih efisien, adaptif, dan fokus pada bisnis inti. Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (mas)

GCG BUMN

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories