telkomsel halo

PINTU ungkap lonjakan transaksi Tokenisasi saham AS

05:08:00 | 24 Jul 2026
PINTU ungkap lonjakan transaksi Tokenisasi saham AS
JAKARTA (IndoTelko) - Tren investasi aset digital berbasis aset dunia nyata atau real world asset(RWA) semakin berkembang di Indonesia. Platform investasi aset crypto Pintu mencatat peningkatan signifikan pada aktivitas perdagangan aset tertokenisasi berbasis saham Amerika Serikat sepanjang kuartal II 2026.

Berdasarkan data internal perusahaan, aktivitas trading kategori US Stocks Tokenized Assetsmengalami pertumbuhan positif dibandingkan kuartal sebelumnya. Jumlah trader aktif meningkat 18 persen secara quarter-over-quarter (QoQ), jumlah transaksi bertambah 17 persen, sementara volume perdagangan naik 11 persen.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya ketertarikan investor terhadap instrumen digital yang memberikan akses terhadap aset global, khususnya saham dan produk berbasis indeks pasar Amerika Serikat.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan perubahan perilaku investor aset digital yang mulai memasukkan instrumen berbasis RWA sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

“Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama pada kuartal II-2026 menunjukkan bahwa token berbasis aset dunia nyata, khususnya saham AS tertokenisasi, semakin menjadi pilihan sebagai bagian dari strategi diversifikasi investor dan trader crypto di Indonesia,” ujar Andy.

Menurutnya, peningkatan jumlah trader aktif sebesar 18 persen menunjukkan bahwa basis pengguna yang tertarik terhadap aset tertokenisasi terus mengalami perluasan.

ETF Indeks Jadi Instrumen yang Paling Diminati

Salah satu tren terbesar yang terlihat selama kuartal II 2026 adalah meningkatnya minat terhadap token berbasis ETF indeks Amerika Serikat.

Token ETF Nasdaq-100 mencatat pertumbuhan volume perdagangan hingga 115 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Tidak hanya volume, jumlah trader aktif pada aset tersebut juga melonjak 196 persen.

Sementara itu, token ETF S&P 500 mencatat kenaikan volume trading sebesar 74 persen dengan pertumbuhan jumlah trader aktif mencapai 160 persen.

Peningkatan signifikan pada kedua instrumen tersebut menunjukkan bahwa investor mulai mencari eksposur pasar yang lebih luas dibandingkan hanya berinvestasi pada satu saham tertentu.

Andy menilai, tren tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan perilaku investor digital di Indonesia.

“Investor tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, melainkan mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan,” jelasnya.

Sejak diperkenalkan pada aplikasi PINTU pada September 2025, perusahaan telah menyediakan 45 pilihan aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat.

Saham Teknologi Ikut Mengalami Pertumbuhan

Selain ETF indeks, sejumlah token saham perusahaan teknologi Amerika Serikat juga mengalami peningkatan aktivitas perdagangan.

Token berbasis saham Apple (AAPLX) menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan volume trading tertinggi pada kuartal II 2026, dengan kenaikan lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Beberapa aset lainnya juga mencatat pertumbuhan positif, seperti token berbasis saham Circle (CRCLX) yang naik 60 persen, Microsoft (MSFTX) meningkat 39 persen, serta aset komoditas logam perak tertokenisasi yang turut tumbuh 39 persen.

Menurut PINTU, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset RWA mulai menyebar ke berbagai kategori, mulai dari saham teknologi, aset digital, hingga komoditas.

PINTU Dorong Edukasi Investasi RWA

Meski pertumbuhan aset tertokenisasi menunjukkan tren positif, PINTU mengingatkan investor untuk tetap memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen sebelum melakukan transaksi.

Andy menegaskan bahwa aset tertokenisasi tetap memiliki risiko investasi sehingga keputusan investasi perlu dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap potensi keuntungan maupun risiko yang melekat.

“Penting bagi investor untuk mempelajari dan memahami sepenuhnya karakteristik, potensi imbal hasil, dan risiko masing-masing aset sebelum bertransaksi,” katanya.

Ke depan, PINTU menyatakan akan terus memperluas pilihan instrumen RWA sekaligus meningkatkan edukasi agar masyarakat Indonesia dapat mengakses berbagai peluang investasi global secara lebih mudah.

Saat ini, platform tersebut menyediakan berbagai aset tertokenisasi yang merepresentasikan saham perusahaan global seperti Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Meta, Netflix, Tesla, Alphabet, AMD, Coinbase, Circle, hingga aset komoditas seperti emas.

GCG BUMN
Perkembangan ini menunjukkan bahwa tokenisasi aset mulai menjadi salah satu sektor yang berkembang dalam ekosistem investasi digital, seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap akses aset global dengan fleksibilitas yang lebih tinggi. (Tep)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories