telkomsel halo

Kaspersky temukan Malware baru sasar sistem pemerintahan Asia

07:44:00 | 04 Nov 2026
Kaspersky temukan Malware baru sasar sistem pemerintahan Asia
JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengungkap serangan siber yang menyasar sistem operasi Windows 10 versi khusus yang digunakan organisasi pemerintahan di sebuah negara Asia. Serangan tersebut memanfaatkan perangkat lunak sah untuk menyebarkan NetamLoader, kerangka kerja malware baru yang mampu menjalankan kode tambahan sekaligus menyembunyikan aktivitasnya.

Temuan Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky ini bermula pada paruh pertama 2026, setelah peneliti menemukan berkas konfigurasi mencurigakan dalam arsip di folder pembaruan Windows. Sejumlah komponen yang digunakan merupakan perangkat lunak sah, termasuk alat manajemen patch pihak ketiga Patch My PC dan modul bertanda tangan digital Microsoft.

Berkas pendukung yang telah dimodifikasi diduga dimanfaatkan untuk membuat perangkat lunak asli menjalankan instruksi berbahaya. Kondisi tersebut mengindikasikan kemungkinan serangan rantai pasok perangkat lunak (software supply chain attack). Namun, Kaspersky menegaskan belum menemukan bukti bahwa Patch My PC atau sistem distribusinya telah disusupi.

NetamLoader dirancang khusus untuk sistem operasi yang menjadi target. Malware ini menggunakan beberapa lapisan penyandian, kompresi, dan enkripsi untuk menyamarkan konten berbahaya, kemudian mengalihkan eksekusi ke proses Windows yang sah. Selain mengganggu pemindaian anti-malware, malware tersebut juga menghapus sejumlah berkas dan catatan sistem yang dapat membantu penyelidik menelusuri serangan.

Setelah aktif, NetamLoader berkomunikasi dengan server yang dikendalikan penyerang untuk menerima instruksi dan konfigurasi lanjutan. Malware ini dapat menunda koneksi awal selama 2040 menit. Jika server tidak memberikan respons yang valid, upaya komunikasi berikutnya baru dilakukan setelah 2228 jam, sehingga aktivitasnya lebih sulit terdeteksi melalui pemantauan jaringan dalam waktu singkat.

Kaspersky telah mengidentifikasi satu korban melalui jaringan pemantauan ancamannya. Hingga kini, perusahaan belum dapat mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok ancaman siber yang telah dikenal.

Kepala Pusat Penelitian GReAT Kaspersky untuk Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, Sergey Lozhkin, menilai insiden ini menunjukkan pentingnya mengamankan seluruh ekosistem teknologi, termasuk saluran pembaruan dan perangkat pemeliharaan, bukan hanya memeriksa keabsahan setiap program.

Untuk mengantisipasi ancaman serupa, Kaspersky merekomendasikan audit saluran pembaruan perangkat lunak, pemantauan aktivitas endpoint dan lalu lintas jaringan, serta penyimpanan log secara terpusat agar bukti serangan tidak mudah dihapus.

GCG BUMN
Kaspersky menyebut produk keamanannya mendeteksi ancaman tersebut sebagai HEUR:Trojan.MSIL.NetamLoader.gen, Trojan.MSIL.Zapchast., dan Trojan.Script.Agent.. Laporan teknis beserta indikator kompromi (indicators of compromise/IoC) tersedia melalui Securelist. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories