Gerakan Jakarta bebas katarak tangani 97 pasien

05:07:00 | 05 Nov 2026
Gerakan Jakarta bebas katarak tangani 97 pasien
JAKARTA (IndoTelko) - Primaya Hospital Group berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta untuk mempercepat penanganan pasien katarak melalui program Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa.

Program yang digelar dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 ini menyasar warga yang masih menunggu jadwal operasi katarak selama satu hingga dua bulan. Pada tahap awal, sebanyak 97 pasien menjalani operasi di RSUD Pasar Minggu setelah melalui proses skrining di sejumlah RSUD dan Primaya Hospital di Jakarta.

Pelaksanaan program didukung 40 puskesmas untuk skrining awal serta sekitar 19 dokter spesialis mata dari PERDAMI. Inisiatif ini digagas oleh Founder Primaya Hospital Group, Prof. Yos E. Susanto, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk kemitraan antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi profesi untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperluas akses pelayanan dan mempercepat penanganan katarak, sekaligus menjadi contoh penerapan public-private partnership dalam bidang kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sekitar 3.700 penderita katarak telah teridentifikasi. Sementara pada 2025, sekitar 11.000 kasus menjadi target penanganan, termasuk pasien dari kelompok usia produktif.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, menilai percepatan operasi katarak penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, terutama mereka yang masih berada dalam usia produktif.

Ketua PERDAMI, dr. Julie Dewi Barliana, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tetap harus mengutamakan standar pelayanan medis dan keselamatan pasien. Calon pasien perlu memenuhi kriteria medis, berada dalam kondisi fisik yang memadai, serta mampu bekerja sama dengan dokter selama tindakan yang umumnya menggunakan bius lokal atau topikal.

Untuk memperluas dampak program, Primaya Hospital Group membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan membantu lebih banyak masyarakat memperoleh penanganan katarak sesuai kebutuhan medis. (mas)

Artikel Terkait