JAKARTA (IndoTelko) - Amartha bersama sejumlah mitra lintas sektor memperkuat kolaborasi untuk mendorong ketahanan finansial UMKM dan komunitas akar rumput di Indonesia.
Langkah tersebut dilatarbelakangi masih besarnya tantangan pengelolaan keuangan masyarakat meski tingkat inklusi keuangan nasional terus meningkat.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan bersama Badan Pusat Statistik menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51%.
Namun, laporan World Bank Global Findex mencatat lebih dari 60% UMKM di Indonesia masih mengalami kesulitan memperoleh pendapatan yang stabil sehingga memengaruhi kemampuan rumah tangga dalam mengatur dan merencanakan keuangan.
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, mengatakan akses keuangan perlu dibarengi berbagai intervensi lain seperti edukasi, pendampingan, teknologi, akses pasar, hingga dukungan kebijakan agar mampu menciptakan kesehatan finansial yang berkelanjutan.
Menurutnya, financial health tidak cukup hanya diukur dari kepemilikan akses layanan keuangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menghadapi risiko ekonomi dan menjaga kestabilan finansial.
Pembahasan mengenai penguatan financial health tersebut dilakukan melalui rangkaian Road to The 2026 Asia Grassroots Forum yang digelar Amartha dan difasilitasi Koalisi Ekonomi Membumi.
Forum itu melibatkan lebih dari 20 mitra lintas sektor mulai dari lembaga sosial, perusahaan, peneliti, hingga perwakilan pemerintah untuk menyusun pendekatan yang lebih relevan bagi masyarakat akar rumput.
Direktur Eksekutif Koalisi Ekonomi Membumi, Fito Rahdianto, menilai pendekatan financial health perlu dirancang berdasarkan kondisi nyata masyarakat seperti pendapatan tidak tetap dan tingginya risiko usaha.
Sementara itu, Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Siti Humaira, menyebut konsep financial health masih relatif baru sehingga membutuhkan kesamaan pemahaman dalam implementasinya.
Sebagai tindak lanjut, Amartha akan kembali menggelar The 2026 Asia Grassroots Forum pada 3-4 Juni 2026 di Shangri-La Jakarta.
Forum bertema “Enabling Growth, Elevating Financial Health” tersebut diproyeksikan menghadirkan lebih dari 500 delegasi lintas sektor dari dalam dan luar negeri, termasuk regulator, investor, akademisi, perusahaan teknologi, hingga komunitas akar rumput. (mas)