telkomsel halo

AFTECH dan Jalin soroti ancaman fraud AI di pembayaran digital

07:57:00 | 31 May 2026
AFTECH dan Jalin soroti ancaman fraud AI di pembayaran digital
JAKARTA (IndoTelko) - Asosiasi Fintech Indonesia bersama PT Jalin Pembayaran Nusantara mendorong penguatan sistem pertahanan pembayaran digital nasional di tengah meningkatnya ancaman fraud berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dorongan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Protection in Action: Strengthening Fraud Resilience Across Ecosystem” yang digelar di Jakarta dengan dukungan BPC.

Forum ini mempertemukan regulator, pelaku industri, dan mitra strategis untuk membahas penguatan ketahanan sistem pembayaran digital nasional seiring meningkatnya risiko kejahatan siber.

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi pembayaran digital pada kuartal I 2026 mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Badan Siber dan Sandi Negara mencatat terdapat 5,2 miliar trafik internet berpotensi menjadi jalur serangan siber sepanjang 2025. Sebanyak 94% di antaranya berupa malware dengan risiko berkembang menjadi ransomware.

Wakil Ketua Umum II Asosiasi Fintech Indonesia, Budi Gandasoebrata mengatakan industri keuangan digital saat ini tidak hanya dituntut tumbuh cepat, tetapi juga harus memiliki ketahanan yang kuat terhadap ancaman siber.

Menurutnya, Fraud Detection System (FDS) kini menjadi infrastruktur penting dalam menjaga keamanan ekosistem pembayaran digital.

Sementara itu, Kepala Direktorat Pembelaan Hukum Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Tri Herdiantomenilai peningkatan penggunaan layanan digital seperti e-wallet dan QRIS turut meningkatkan kompleksitas ancaman fraud di sektor jasa keuangan.

Ia menegaskan bahwa fraud resilience kini menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis industri keuangan digital.

Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara, Ario Tejo Bayu Aji menambahkan pendekatan shared services dan shared infrastructure dalam fraud management menjadi langkah strategis untuk memperkuat keamanan industri secara kolektif.

Menurutnya, model tersebut memungkinkan efisiensi investasi, peningkatan kualitas keamanan, percepatan respons insiden, serta penurunan risiko sistemik di ekosistem pembayaran digital.

Selain forum diskusi, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi Expert Lab yang memungkinkan peserta mencoba langsung sistem Fraud Detection System berbasis integrasi data lintas ekosistem pembayaran.

GCG BUMN
AFTECH dan Jalin menilai sinergi lintas sektor serta pemanfaatan sistem keamanan yang terus belajar menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories