telkomsel halo

PII gelar CAFEO 44 di Bandung, insinyur dari 11 negara ASEAN berkumpul

07:07:00 | 23 Okt 2026
PII gelar CAFEO 44 di Bandung, insinyur dari 11 negara ASEAN berkumpul
JAKARTA (IndoTelko) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung, Jawa Barat, pada 2022 Oktober 2026. Konferensi ini mempertemukan pemimpin organisasi keinsinyuran, insinyur, akademisi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN.

Mengusung tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”, CAFEO 44 menyoroti peran insinyur dalam mendorong industrialisasi dan kemajuan teknologi yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kemanusiaan.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, antara lain Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN Nararya S. Soeprapto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ketua Umum PII sekaligus Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), Ilham Akbar Habibie, menegaskan bahwa insinyur memiliki peran strategis dalam transformasi ASEAN melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan energi, teknologi digital, dan inovasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga lingkungan, serta membuka peluang bagi generasi mendatang. Karena itu, kolaborasi antarnegara ASEAN diperlukan untuk mengubah keberagaman kawasan menjadi kekuatan bersama.

“Let CAFEO 44 be more than a gathering of engineers. Let it be a platform for action, stronger partnerships, and real solutions for ASEAN,” ujar Ilham dalam pidato pembukaannya.

Bahas Agenda Keinsinyuran dan Kunjungan Industri

Pada hari pertama, agenda CAFEO 44 meliputi upacara pembukaan, parade delegasi, Country Report, serta pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh dari negara ASEAN.

Penghargaan AFEO Distinguished Honorary Fellow Award diberikan kepada Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam penguatan profesi keinsinyuran, pengembangan riset, dan sinergi pemerintah, akademisi, serta industri.

Melalui Country Report, organisasi keinsinyuran dari negara anggota ASEAN juga berbagi perkembangan, tantangan, dan agenda keinsinyuran di masing-masing negara.

Memasuki hari kedua, konferensi dijadwalkan menghadirkan sesi teknis berupa engineering conference, kelompok kerja, lokakarya keinsinyuran, Women Engineers Summit, dan Young Engineers Festival.

Peserta juga akan mengikuti kunjungan ke delapan lokasi yang merepresentasikan kemampuan keinsinyuran Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung, PT KAI, PT Pindad, Museum Geologi, Balai Kota Bandung, PT Dirgantara Indonesia, PT Bio Farma, dan Bumi Herbal Dago.

Rangkaian tersebut dirancang untuk menghubungkan pembahasan teknis dengan penerapan teknologi dan praktik industri secara langsung.

Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan

Pada hari ketiga, agenda mencakup penanaman pohon, Indonesia Spices Experience, pertemuan AFEO Governing Board, serta kegiatan budaya sebelum penutupan konferensi.

Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari agenda adalah Bumi Herbal Dago, yang memiliki koleksi lebih dari 400 jenis tanaman herbal. Kunjungan ini mengangkat keterkaitan antara kekayaan hayati, pengetahuan, teknologi, dan keberlanjutan.

Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah juga mencerminkan peran kota tersebut dalam pengembangan pendidikan, riset, teknologi, industri strategis, dan inovasi di Indonesia.

GCG BUMN
Melalui CAFEO 44, PII berharap pertemuan para insinyur ASEAN dapat menghasilkan kolaborasi lintas negara dan inisiatif yang dapat diterapkan secara nyata, bukan sekadar pertukaran gagasan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories