JAKARTA (IndoTelko) — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel memperoleh fasilitas kredit Green Trade Loan dari HSBC Indonesia senilai Rp500 miliar untuk memperkuat pengembangan infrastruktur telekomunikasi berkelanjutan di Indonesia.
Fasilitas kredit tersebut bersifat short term dan uncommitted, serta ditujukan khusus untuk pembiayaan kebutuhan yang memenuhi kriteria hijau atau berkelanjutan.
Pendanaan akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem infrastruktur tower telekomunikasi yang berkelanjutan guna mendorong pemerataan akses digital nasional, termasuk melalui perluasan jaringan Fiber to the Tower.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi jejak karbon operasional perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi Hartoko mengatakan fasilitas pembiayaan hijau tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas bisnis.
“Fasilitas Green Trade Loan ini menjadi bagian penting dari strategi Mitratel dalam memperkuat pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan di Indonesia. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan ekspansi bisnis dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Theodorus, Jumat (15/5/2026).
Mitratel juga menegaskan fokus perusahaan dalam mendukung konektivitas yang merata dan berkelanjutan melalui pengembangan green tower initiatives.
Inisiatif tersebut mencakup pemanfaatan energi terbarukan melalui penguatan portofolio layanan Power as a Service (PaaS) dan integrasi sistem panel surya (Solar Panel System) untuk menunjang kebutuhan daya menara dan perangkat operator telekomunikasi.
Perseroan menilai pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor infrastruktur digital.
“Kolaborasi ini mencerminkan kuatnya fundamental ESG Mitratel. Hal tersebut terlihat dari pencapaian ESG Risk Rating perusahaan di level 18,8 dengan kategori Low Risk berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics, yang menunjukkan kemampuan Mitratel dalam mengelola risiko keberlanjutan secara konsisten di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berkembang,” lanjutnya.
Mitratel menilai inisiatif tersebut tidak hanya membuka akses terhadap pembiayaan hijau, tetapi juga mempertegas posisi perusahaan sebagai enabler utama dalam pembangunan ekosistem konektivitas nasional yang berkelanjutan.
Perjanjian kredit Green Trade Loan tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya dukungan sektor keuangan terhadap pembiayaan berkelanjutan di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia. (mas)