telkomsel halo

Mitratel akan konsolidasikan dua anak usaha

05:30:00 | 12 May 2026
Mitratel akan konsolidasikan dua anak usaha
JAKARTA (IndoTelko) — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel akan menggabungkan dua entitas anak usahanya, yakni PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), ke dalam perseroan sebagai bagian dari langkah konsolidasi internal perusahaan.

Berdasarkan ringkasan rancangan penggabungan usaha yang dipublikasikan perseroan, aksi korporasi tersebut dijadwalkan efektif pada 1 Juli 2026 setelah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 30 Juni 2026.

Dalam skema merger tersebut, Mitratel bertindak sebagai entitas penerima penggabungan, sedangkan PST dan UMT akan berakhir demi hukum tanpa melalui proses likuidasi. Seluruh aset, liabilitas, hak, dan kewajiban kedua perusahaan otomatis beralih ke MTEL setelah merger efektif berlaku.

Manajemen menyebut langkah konsolidasi ini dilakukan untuk memperkuat posisi Mitratel sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi atau Next-Gen TowerCo sekaligus menyederhanakan struktur usaha grup.

“Penambahan KBLI 61104, 61909, 62204, dan 78200 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi MTEL sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi (Next-Gen TowerCo) serta mendukung optimalisasi peluang pasar pasca merger PST dan UMT,” tulis manajemen dalam dokumen resmi perseroan.

Sejalan dengan merger tersebut, Mitratel juga akan memperluas kegiatan usahanya melalui penambahan sejumlah klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), meliputi layanan akses internet, Internet of Things (IoT), managed services, hingga penyediaan tenaga kerja teknis.

Perseroan menegaskan aksi korporasi ini tidak mengubah struktur pemegang saham MTEL karena PST dan UMT merupakan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki perseroan. Dengan demikian, merger tidak menimbulkan dilusi kepemilikan maupun perubahan pengendali.

Saat ini, pemegang saham utama Mitratel adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan kepemilikan 71,83% saham. Adapun Pemerintah Singapura menggenggam 5,33% saham dan PT Maleo Investasi sebesar 5,98%.

Manajemen juga memastikan penggabungan PST dan UMT tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan konsolidasian perseroan lantaran kedua entitas tersebut selama ini telah terkonsolidasi dalam laporan keuangan MTEL.

Sepanjang 2025, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, meningkat dibandingkan Rp9,30 triliun pada 2024. Sementara laba tahun berjalan tercatat Rp2,11 triliun dengan total aset mencapai Rp58,35 triliun.

GCG BUMN
Langkah konsolidasi ini dinilai sejalan dengan strategi efisiensi dan penyederhanaan struktur usaha di lingkungan Telkom Group sekaligus memperkuat ekspansi Mitratel ke bisnis infrastruktur digital di luar bisnis menara telekomunikasi konvensional.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories