JAKARTA (IndoTelko) - Primaya Hospital Group menginstalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System di Primaya Hospital Kelapa Gading, Jakarta. Perusahaan mengklaim instalasi tersebut menjadi yang pertama di Asia Tenggara untuk sistem bedah robotik satu akses yang dikembangkan Beijing Surgerii Robotics Company Limited.
Pengadaan teknologi ini dilakukan melalui kerja sama Primaya Hospital, Lynas Medikal, dan Surgerii Robotics yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan bedah minimal invasif dan pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, mengatakan kehadiran SHURUI merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah dengan dukungan teknologi maju.
Menurutnya, pertimbangan pengadaan mencakup pendekatan teknologi, aksesibilitas, dukungan pelatihan bagi dokter, serta potensi pengembangan layanan yang kompetitif.
SHURUI merupakan sistem bedah robotik yang menggunakan instrumen fleksibel menyerupai ular dan dilengkapi visualisasi endoskopi tiga dimensi (3D). Sistem ini dirancang untuk membantu dokter melakukan prosedur bedah tertentu melalui satu akses bedah atau single-port.
Pendekatan tersebut berpotensi mengurangi jumlah sayatan dan menghasilkan bekas luka yang lebih kecil. Namun, manfaat yang diperoleh bergantung pada jenis tindakan, kondisi klinis pasien, serta pertimbangan dokter yang menangani.
Teknologi ini dirancang untuk mendukung prosedur di sejumlah bidang, antara lain urologi, obstetri dan ginekologi, bedah umum, serta bedah toraks, sesuai indikasi dan persetujuan penggunaannya. SHURUI disebut telah memperoleh persetujuan regulasi di China dan sertifikasi CE di Uni Eropa.
Fifi Zhang, Overseas Operational Manager Surgerii Robotics, menyambut kerja sama tersebut sebagai langkah untuk memperluas pengembangan teknologi bedah minimal invasif di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap kemitraan dengan Primaya Hospital dapat dilanjutkan melalui pelatihan tenaga medis dan kolaborasi klinis secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari persiapan penerapan teknologi, Primaya Hospital Group mengirimkan tujuh dokter spesialis dan subspesialis ke Shanghai, China, pada September 2026 untuk mengikuti pelatihan penggunaan SHURUI.
Para dokter tersebut berasal dari bidang bedah digestif, obstetri dan ginekologi, urologi, bedah anak, serta bedah onkologi. Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman tenaga medis terhadap sistem robotik tersebut, dengan tetap memperhatikan kompetensi dokter, kesesuaian indikasi, dan standar keselamatan pasien.
Pengembangan teknologi ini juga berlangsung di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri. Berdasarkan data olahan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tahun 2025 yang dikutip dalam keterangan perusahaan, sekitar satu juta warga negara Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun. Sebanyak 60% di antaranya disebut berdomisili di Jakarta.
Tindakan bedah tercatat sebagai layanan yang paling banyak diminati kedua dengan proporsi 19,2%, setelah pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
Primaya Hospital Group menilai penguatan teknologi, kompetensi tenaga medis, dan mutu layanan dapat memperluas pilihan perawatan bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa penerapan inovasi tetap harus mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan klinis. (mas)