telkomsel halo

Allianz utama dorong pelaku usaha perkuat perlindungan aset

05:39:00 | 16 Okt 2026
Allianz utama dorong pelaku usaha perkuat perlindungan aset
JAKARTA (IndoTelko) - Allianz Utama Indonesia mengingatkan pelaku usaha untuk memperkuat perlindungan aset melalui asuransi properti di tengah meningkatnya risiko kerugian akibat kejadian tak terduga. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang dikutip perusahaan, nilai klaim asuransi properti mencapai Rp5,78 triliun hingga kuartal II 2026, naik 75,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penetrasi asuransi umum di Indonesia masih sekitar 0,51% pada 2025. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara risiko yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha dengan tingkat perlindungan asuransi yang dimiliki.

Kerugian akibat kebakaran atau bencana tidak hanya mencakup kerusakan fisik pada bangunan, mesin, kendaraan, dan persediaan barang. Terhentinya operasional juga dapat mengganggu arus kas, mengurangi pendapatan, serta meningkatkan risiko keberlangsungan usaha.

Direktur sekaligus Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan dampak bencana dapat meluas hingga mengganggu usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Bencana tidak hanya merusak bangunan atau mesin, tetapi juga bisa menghentikan perjalanan usaha yang dibangun bertahun-tahun. Karena itu, pelaku usaha perlu memikirkan mitigasi risiko dan melindungi usahanya sejak awal,” ujarnya.

Salah satu bentuk perlindungan yang dapat dipertimbangkan adalah asuransi properti Property All Risk. Produk ini dapat memberikan perlindungan atas kerusakan fisik aset akibat risiko yang dijamin dalam polis. Dengan perluasan manfaat Business Interruption, perlindungan juga dapat mencakup kerugian akibat gangguan usaha sesuai ketentuan polis.

Perlindungan tersebut dapat mencakup bangunan usaha seperti toko, pabrik, dan gudang, serta mesin produksi, peralatan, dan persediaan barang. Sementara itu, manfaat Business Interruption dapat membantu menanggung kerugian pendapatan akibat terhentinya operasional apabila risiko dan persyaratannya sesuai dengan polis.

Asuransi Bantu Pemulihan Pabrik Pascakebakaran

Pentingnya perlindungan tersebut tercermin dari pengalaman PT Bali Agung Waters, produsen air minum dalam kemasan Balian Water yang berlokasi di Karangasem, Bali.

Pada 2025, pabrik perusahaan tersebut mengalami kebakaran besar akibat hubungan arus pendek listrik. Peristiwa itu merusak bangunan, mesin, dan isi pabrik dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

Namun, perusahaan memiliki polis Property All Risk dengan perluasan Business Interruption dari Allianz Utama. Perlindungan tersebut membantu proses penanganan kerugian material dan gangguan operasional melalui koordinasi dengan tim penilai kerugian (loss adjuster), penyelidik kebakaran, serta perusahaan pemulihan.

Senior Accounting & Tax Manager PT Bali Agung Waters, Wahyu Desti Eka Sari, mengatakan proses penanganan klaim berlangsung melalui survei lokasi hingga investigasi penyebab kebakaran.

“Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, klaim kerugian material kami sudah dapat diselesaikan, disusul interim settlement untuk klaim Business Interruption. Kepastian ini memberi ruang bagi kami untuk menjaga arus kas dan tetap fokus pada pemulihan,” ungkapnya.

Menurut Allianz Utama, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perlindungan asuransi tidak hanya berkaitan dengan penggantian kerusakan aset, tetapi juga dapat membantu perusahaan mengelola tekanan keuangan ketika kegiatan operasional terganggu.

GCG BUMN
Ignatius menegaskan perusahaan berkomitmen mendampingi pelaku usaha dalam menghadapi risiko dan memperkuat ketahanan bisnis. Meski demikian, cakupan perlindungan tetap bergantung pada jenis polis, manfaat tambahan yang dipilih, pengecualian, serta ketentuan klaim yang berlaku. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories