telkomsel halo

PINTU catat pembeli saham dan ETF AS tertokenisasi naik 68%

04:44:00 | 23 Okt 2026
PINTU catat pembeli saham dan ETF AS tertokenisasi naik 68%
JAKARTA (IndoTelko) - Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat yang ditokenisasi meningkat di platform investasi aset kripto PINTU. Sepanjang kuartal III-2026, jumlah pengguna yang membeli aset tersebut naik 68% dibandingkan kuartal sebelumnya.

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) juga mencatat pertumbuhan jumlah trader aktif sebesar 64%, jumlah transaksi 55%, dan volume perdagangan 51% secara kuartalan.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan empat aset tertokenisasi mencatatkan pertumbuhan jumlah pembeli signifikan selama kuartal III-2026. Nvidia (NVDAX) tumbuh 224%, Apple (AAPLX) naik 212%, Alphabet (GOOGLX) meningkat 131%, dan Robinhood (HOODX) bertambah 118%.

Dari sisi volume perdagangan, aset tertokenisasi Meta (METAX) mencatatkan kenaikan lebih dari 230%. PINTU juga melihat peningkatan minat terhadap instrumen di luar saham teknologi. Jumlah pembeli SPDR Gold ETF, misalnya, naik lebih dari 170% pada periode yang sama.

Menurut Andy, tren tersebut menunjukkan pengguna mulai memanfaatkan aset tertokenisasi untuk memperluas pilihan investasi dan melakukan diversifikasi portofolio.

Sejak menghadirkan aset tertokenisasi pada 2025, PINTU terus memperluas pilihan instrumen bagi investor Indonesia. Hingga Oktober 2026, platform ini menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi yang mencakup saham AS, ETF, dan komoditas, dengan nilai transaksi awal mulai Rp11.000.

PINTU juga menambahkan 10 aset tertokenisasi yang diterbitkan Ondo, terdiri dari sembilan ETF dan saham Micron (MUon). Instrumen baru tersebut mencakup eksposur ke pasar Jepang, Korea Selatan, dan India, sektor komoditas, serta surat utang pemerintah AS jangka pendek atau US Treasury bills dengan tenor 03 bulan.

Pengguna dapat mulai bertransaksi pada aset baru tersebut dari Rp65.000. Saham MUon tersedia untuk diperdagangkan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, sedangkan sembilan ETF lainnya tersedia selama 24 jam sehari, lima hari seminggu.

Pasar Tokenisasi Terus Berkembang

Andy menjelaskan, saham dan ETF tertokenisasi merupakan representasi digital yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset dasarnya. Melalui PINTU, pengguna dapat membeli aset dalam pecahan kecil menggunakan rupiah tanpa harus membuka rekening di perusahaan efek luar negeri.

Ia menambahkan, waktu perdagangan yang lebih panjang dibandingkan jam bursa reguler AS memberikan fleksibilitas bagi investor Indonesia. Andy juga menyebut pajak final sebesar 0,21% sebagai salah satu aspek yang ditawarkan, meski ketentuan pajak dan biaya perlu dipahami sesuai karakteristik masing-masing instrumen.

Secara global, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) turut berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan instrumen keuangan. Data RWA.xyz yang dikutip PINTU mencatat kapitalisasi pasar aset tertokenisasi mencapai US$39,26 miliar per 20 Oktober 2026, setara sekitar Rp708,64 triliun.

Andy menilai tokenisasi berpotensi memperluas akses investor ritel terhadap berbagai instrumen global. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda.

GCG BUMN
Karena itu, investor perlu melakukan riset, memahami profil risiko, serta menyesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan investasinya sebelum mengambil keputusan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories