telkomsel halo

81% pekerja Indonesia merasa digaji adil

07:57:00 | 29 Jun 2026
81% pekerja Indonesia merasa digaji adil
JAKARTA (IndoTelko) Sebanyak 81 persen pekerja Indonesia merasa gaji yang mereka terima sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat persepsi keadilan gaji tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Namun, hanya 66 persen yang mengaku puas dengan nominal gaji yang diterima.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan Salary Pulse yang dirilis Jobstreet by SEEK. Survei yang dilakukan bersama lembaga riset Nature pada Februari 2026 itu melibatkan 1.010 profesional Indonesia berusia 1864 tahun.

Laporan tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara persepsi gaji yang adil dan kepuasan terhadap besaran penghasilan. Meski mayoritas pekerja menilai kompensasi yang diterima sudah sesuai, tidak semuanya merasa penghargaan finansial tersebut cukup.

Kepuasan terhadap gaji juga berkorelasi dengan produktivitas. Karyawan yang puas dengan penghasilannya tercatat 1,7 kali lebih termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik, sedangkan pekerja yang tidak puas memiliki peluang 2,2 kali lebih besar untuk mempertimbangkan mencari pekerjaan baru.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan kepuasan terhadap gaji menjadi faktor penting yang memengaruhi produktivitas sekaligus retensi karyawan.

“Kepuasan terhadap gaji merupakan area yang krusial untuk dipahami dan ditanggapi secara serius oleh para pemimpin perusahaan. Ketika perusahaan membuka ruang diskusi yang transparan mengenai kompensasi, ekspektasi karyawan dapat dikelola dengan lebih baik sekaligus membangun kepuasan finansial yang lebih kuat,” ujarnya.

Survei juga menunjukkan pekerja Indonesia cukup percaya diri dalam bernegosiasi mengenai kompensasi. Sebanyak 64 persen responden mengaku pernah meminta kenaikan gaji, dan 83 persen di antaranya berhasil memperoleh kenaikan setelah mengajukan permintaan tersebut.

Dalam satu tahun terakhir, 62 persen responden melaporkan menerima kenaikan gaji. Sebanyak 45 persen memperoleh kenaikan hingga lima persen, sedangkan 39 persen menerima kenaikan antara enam hingga 10 persen.

Meski bersedia melakukan sejumlah kompromi demi kenaikan gaji sebesar 10 persen, mayoritas pekerja tetap mempertahankan prinsip dalam memilih tempat kerja. Sebanyak 29 persen responden bersedia tetap siaga di luar jam kerja atau pindah ke kota maupun negara lain, tetapi hanya tiga persen yang bersedia bekerja di perusahaan dengan budaya kerja toksik dan enam persen yang mau bekerja di perusahaan yang tidak sejalan dengan nilai pribadi mereka.

Laporan tersebut juga menemukan perbedaan persepsi antar generasi. Sebanyak 65 persen pekerja Gen Z mengaku puas dengan gaji yang diterima meski rata-rata berpenghasilan lebih rendah, sedangkan Gen X menjadi kelompok yang paling merasa kurang dihargai. Hanya 41 persen responden Gen X yang menilai kompensasi yang diterima sudah memadai.

Wisnu menilai perusahaan perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka mengenai kompensasi dan jalur pengembangan karier agar motivasi serta loyalitas karyawan tetap terjaga.

GCG BUMN
“Gaji yang adil adalah fondasi, tetapi kenyamanan bekerja dibangun melalui apresiasi perusahaan terhadap kontribusi karyawan serta komunikasi yang terbuka dan transparan,” katanya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories