JAKARTA (IndoTelko) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pelatihan vokasi menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (7/10).
Pada gelombang pelatihan kali ini, sebanyak 96 peserta mengikuti program yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Pelatihan mencakup tujuh bidang kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Tingginya kesadaran peserta untuk menjadikan keahlian teknis sebagai bekal memenangkan persaingan di dunia usaha dan dunia industri menunjukkan pentingnya program skilling, upskilling, maupun reskilling,” ujar Yassierli.
Tujuh kejuruan yang tersedia mencakup Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan materi desain grafis dan office advance; Garmen Apparel yang meliputi menjahit fashion dan penggunaan mesin industri; serta Tata Boga untuk pengolahan makanan dan bakery.
Program lainnya meliputi Tata Kecantikan dengan materi make-up dan tata rambut, Otomotif untuk servis motor konvensional dan injeksi, Teknik Las Manufaktur dengan metode SMAW, serta Teknik Listrik dan Refrigerasi untuk instalasi penerangan dan teknisi AC.
Yassierli mengajak masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mencari pekerjaan maupun ingin berganti profesi, memanfaatkan program pelatihan vokasi yang disediakan pemerintah secara gratis.
Informasi mengenai pendaftaran, kuota dan pilihan kejuruan dapat diakses melalui platform SIAPkerjapada menu Skillhub.
Kementerian Ketenagakerjaan selanjutnya menargetkan balai-balai pelatihan vokasi di berbagai daerah berkembang menjadi pusat inkubasi talenta yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dan dinamika pekerjaan di masa depan. (mas)