telkomsel halo

Baru 38% keluarga di Indonesia lindungi perangkat digital

06:44:00 | 26 May 2026
Baru 38% keluarga di Indonesia lindungi perangkat digital
JAKARTA (IndoTelko) — Kaspersky mengungkap hanya 38 persen pengguna di Indonesia yang telah memasang perlindungan keamanan digital pada seluruh perangkat keluarga mereka.

Angka tersebut memang lebih tinggi dibanding rata-rata global yang berada di level 33 persen, namun dinilai masih menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran keamanan digital dan implementasi perlindungan secara menyeluruh.

Survei Kaspersky juga menunjukkan sebanyak 53 persen responden di Indonesia secara rutin mengedukasi anak-anak maupun anggota keluarga lanjut usia mengenai praktik keamanan online.

Secara global, persentasenya tercatat 47 persen.

Selain itu, sebanyak 65 persen responden di Indonesia menyarankan penggunaan password manager kepada anggota keluarga, lebih tinggi dibanding rata-rata global sebesar 45 persen.

Sementara itu, 49 persen responden di Indonesia mendorong penggunaan multi-factor authentication (MFA), dan 50 persen lainnya aktif meninjau pengaturan privasi perangkat maupun akun online keluarga.

Meski demikian, implementasi perlindungan digital secara menyeluruh masih dinilai belum optimal.

Studi tersebut mencatat masih ada 4 persen responden di Indonesia yang sama sekali tidak mengambil langkah perlindungan digital bagi keluarganya.

Kaspersky menilai kondisi ini menunjukkan pentingnya peran “Family Digital Manager”, yakni anggota keluarga yang bertanggung jawab mengelola keamanan digital, mulai dari pengaturan perangkat, perlindungan akun, hingga pengelolaan langganan layanan digital.

Penelitian juga menemukan kelompok usia di atas 55 tahun menjadi segmen yang paling minim terlibat dalam praktik keamanan digital keluarga.

Secara global, sekitar 21 persen kelompok usia tersebut tidak melakukan langkah perlindungan online sama sekali.

Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova mengatakan meningkatnya penggunaan perangkat digital membuat risiko serangan siber semakin luas bagi keluarga.

Menurutnya, seluruh perangkat, mulai dari smartphone, tablet, hingga PC membutuhkan perlindungan siber yang terintegrasi karena semuanya berpotensi menjadi target serangan digital.

GCG BUMN
Studi tersebut dilakukan pada November 2025 dengan melibatkan 3.000 responden dari 15 negara, termasuk Indonesia, India, Inggris, Jerman, hingga Uni Emirat Arab. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories