telkomsel halo

Amazon siapkan investasi Rp540 triliun untuk Cloud dan AI di ASEAN

07:07:00 | 25 May 2026
Amazon siapkan investasi Rp540 triliun untuk Cloud dan AI di ASEAN
JAKARTA (IndoTelko) - Amazon berencana menginvestasikan lebih dari US$33 miliar untuk pengembangan infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara hingga 2039.

Investasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, Malaysia, Singapore, dan Thailand sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem AI dan cloud di kawasan ASEAN.

Berdasarkan penilaian dampak ekonomi Amazon, investasi itu diproyeksikan memberikan kontribusi lebih dari US$64 miliar terhadap gabungan produk domestik bruto (PDB) empat negara tersebut setelah seluruh proyek direalisasikan.

Selain itu, investasi tersebut diperkirakan mendukung lebih dari 56.300 pekerjaan setara penuh waktu setiap tahun pada rantai pasok pusat data lokal.

Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon, David Zapolsky, mengatakan Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital paling dinamis di dunia.

Menurutnya, Amazon tidak hanya membangun infrastruktur AI dan cloud, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan bisnis digital.

Amazon memulai ekspansi di Asia Tenggara sejak meluncurkan AWS Region di Singapore pada 2010. Setelah itu, perusahaan memperluas layanan ke Indonesia pada 2021, Malaysia pada 2024, dan Thailand pada 2025.

Hingga 2025, Amazon disebut telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar di Asia Tenggara untuk berbagai lini bisnis, termasuk AWS, perangkat digital, entertainment, dan layanan e-commerce.

Berbagai perusahaan dan institusi di kawasan juga telah memanfaatkan layanan AWS untuk pengembangan AI dan transformasi digital.

Di Malaysia, 123RF menggunakan layanan AI Amazon untuk meningkatkan akurasi pencarian konten visual dan memangkas waktu pencarian hingga 90 persen.

Sementara Union Bank of the Philippines memanfaatkan AI generatif berbasis AWS untuk mempercepat analisis data bisnis hingga lima kali lebih cepat.

Di Thailand, Sansiri membangun asisten AI untuk layanan pelanggan dan pemrosesan administrasi menggunakan infrastruktur AWS.

Sedangkan GovTech Singapore mengembangkan platform AI bernama MAESTRO guna membantu instansi pemerintah membangun solusi AI generatif yang lebih efisien.

Amazon juga menargetkan pengembangan talenta digital di kawasan. Sejak 2017, perusahaan mengklaim telah melatih 2,7 juta orang di Asia Tenggara terkait keterampilan cloud dan AI.

Program pelatihan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, hingga mitra industri, termasuk pengembangan AI generatif di Jawa Barat yang sempat mencatatkan rekor Guinness World Records.

Selain infrastruktur AI, Amazon juga mengembangkan solusi konektivitas melalui proyek satelit Amazon Leo untuk menjangkau wilayah terpencil di Asia Tenggara.

Di sektor keberlanjutan, Amazon memperluas penggunaan energi terbarukan dan air daur ulang untuk operasional pusat data, termasuk kerja sama dengan PT PLN terkait pembelian energi hijau di Indonesia.

GCG BUMN
Amazon menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah di kawasan ASEAN guna mendukung pengembangan ekonomi digital, tata kelola AI, keamanan siber, dan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories