JAKARTA (IndoTelko) Meta memperluas fitur pengawasan orang tua untuk penggunaan Meta AI oleh remaja. Melalui fitur baru ini, orang tua dan wali dapat melihat topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI dalam tujuh hari terakhir.
Fitur tersebut kini tersedia secara global di aplikasi Meta AI. Meta menegaskan, orang tua tidak dapat melihat isi percakapan, melainkan hanya gambaran mengenai topik yang dibahas.
Topik yang ditampilkan antara lain sekolah, hiburan, gaya hidup, perjalanan, penulisan, kesehatan dan kesejahteraan. Orang tua juga dapat melihat kategori yang lebih spesifik di dalam setiap topik.
Fitur pengawasan dapat diaktifkan langsung melalui aplikasi Meta AI maupun Family Center. Bagi orang tua yang menginginkan tingkat perlindungan lebih ketat, Meta juga menyediakan pengaturan Konten Terbatas sebagai alternatif dari pengaturan bawaan 13+.
Pengaturan tersebut membatasi jenis percakapan yang dapat dilakukan remaja melalui Meta AI.
Meta menyebut fitur insight ini dirancang untuk membantu orang tua memahami bagaimana anak mereka menggunakan teknologi AI, sekaligus menjadi bahan untuk membuka komunikasi tanpa harus mengakses isi percakapan pribadi.
Untuk membantu hal tersebut, Meta bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center mengembangkan sejumlah pertanyaan pemantik atau “pembuka obrolan”. Pertanyaan tersebut dirancang agar orang tua dapat berdiskusi dengan remaja mengenai pengalaman mereka menggunakan AI secara terbuka dan tidak menghakimi.
Setiap pertanyaan juga dilengkapi panduan bagi orang tua mengenai tujuan dan cara menggunakannya. Materi tersebut tersedia melalui Family Center dan dapat diakses dari tab Insights.
Di sisi perlindungan, Meta mengatakan pengalaman AI untuk Akun Remaja dirancang dengan mempertimbangkan standar kesesuaian usia serta masukan dari orang tua. Dalam kondisi tertentu, Meta AI dapat menolak menjawab pertanyaan atau mengarahkan remaja ke sumber bantuan.
Untuk isu yang lebih sensitif, seperti upaya membahas bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri, Meta juga tengah mengembangkan sistem peringatan yang dapat memberi tahu orang tua apabila terdapat indikasi percakapan terkait isu tersebut.
Selain memperluas fitur pengawasan, Meta memperkenalkan AI Wellbeing Expert Council, kelompok pakar yang akan memberikan masukan berkelanjutan terhadap pengembangan pengalaman AI bagi remaja.
Dewan tersebut mencakup sejumlah kelompok penasihat yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Meta serta anggota baru dengan keahlian di bidang AI yang bertanggung jawab dan etis. Para pakar berasal antara lain dari National Council for Suicide Prevention, University of Michigan, University of Texas, dan University of Southern California.
Meta menyatakan dewan tersebut akan bertemu secara berkala dengan tim perusahaan untuk memberikan masukan terhadap kebijakan dan produk AI yang ditujukan bagi remaja.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta membangun pengalaman AI yang lebih aman dan sesuai usia, sekaligus memberikan orang tua informasi yang cukup untuk mendampingi remaja menghadapi perkembangan teknologi AI. (mas)