telkomsel halo

BDx raih pinjaman US$320 juta

05:19:00 | 05 Apr 2026
BDx raih pinjaman US$320 juta
JAKARTA (IndoTelko) - BDx Data Centers memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$320 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Asia. Pendanaan ini dipimpin oleh Bank Permata, Bank Central Asia, dan KB Bank.

Pendanaan tersebut menjadi sinyal kuat kepercayaan lembaga keuangan terhadap strategi ekspansi BDx dalam menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur digital, khususnya untuk komputasi berbasis AI. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan lanjutan fasilitas CGK3 di kawasan Jakarta yang telah beroperasi sejak 2025.

Fasilitas CGK3 dirancang sebagai pusat data berkapasitas tinggi untuk mendukung beban kerja AI, termasuk penggunaan teknologi liquid cooling yang mampu menangani kebutuhan komputasi intensif. Selain itu, BDx juga mengalokasikan pendanaan untuk refinancing dengan skema yang lebih kompetitif, serta peningkatan kapasitas daya di kampus data center CGK4 di Jatiluhur dan CGK5 di Suryacipta hingga mencapai 1,2 GVA.

Ekspansi ini dilakukan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pelanggan hyperscale dan perusahaan berbasis AI, baik dari kawasan regional maupun global. Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di Asia Tenggara, sehingga kebutuhan akan infrastruktur pusat data yang andal dan efisien semakin krusial.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menegaskan bahwa pendanaan ini akan memperkuat peran perusahaan dalam membangun fondasi infrastruktur generasi berikutnya. Menurutnya, investasi pada teknologi pendingin cair, kapasitas daya tinggi, serta pengembangan kampus data center menjadi kunci dalam mendukung kebutuhan “AI factories” yang mengandalkan komputasi GPU berkepadatan tinggi.

GCG BUMN
Melalui langkah ini, BDx mempertegas komitmennya untuk menghadirkan pusat data yang scalable, hemat energi, dan siap mendukung percepatan adopsi AI dan cloud di kawasan Asia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories