telkomsel halo

Kedaulatan digital dorong masa depan ekonomi Indonesia

05:03:00 | 23 Mar 2026
Kedaulatan digital dorong masa depan ekonomi Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Indonesia kini berkembang sebagai salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia. Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan lebih dari 220 juta pengguna internet, Indonesia menghasilkan volume data digital yang sangat besar sehingga membuka peluang luas bagi penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), cloud, dan otomatisasi dalam berbagai sektor.

Kontribusi Indonesia terhadap ekonomi digital kawasan juga sangat signifikan. Nilai ekonomi digital nasional diperkirakan menyumbang sekitar 40 persen dari total ekonomi digital Asia Tenggara, dengan proyeksi nilai pasar mendekati USD100 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV). Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan digitalisasi di sektor pemerintah, keuangan, telekomunikasi, hingga platform digital yang semakin membutuhkan teknologi AI yang tepercaya dan terukur.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas digital juga diikuti dengan risiko keamanan yang semakin kompleks. Kawasan Asia Pasifik tercatat sebagai wilayah dengan jumlah serangan siber terbesar kedua di dunia, sementara sektor manufaktur menjadi salah satu industri yang paling sering menjadi target. Kondisi ini mendorong semakin pentingnya pembangunan infrastruktur digital yang aman sekaligus memastikan kedaulatan teknologi.

Kedaulatan Digital Jadi Standar Baru

Dalam konteks transformasi digital, kedaulatan digital tidak lagi hanya berkaitan dengan lokasi penyimpanan data. Konsep ini kini mencakup kemampuan organisasi untuk mengendalikan aset digitalnya secara menyeluruh, mulai dari data, perangkat lunak, hingga infrastruktur teknologi.

Menurut IBM, kedaulatan digital dapat dimaknai sebagai kemampuan organisasi memanfaatkan teknologi canggih sesuai dengan aturan dan kebijakan yang mereka tetapkan sendiri. Hal ini mencakup pengelolaan akses data, lokasi operasional sistem, hingga kemampuan memastikan kepatuhan terhadap regulasi secara real time.

Meski demikian, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menerapkan kedaulatan digital secara menyeluruh. Tantangan tersebut meliputi kebutuhan modernisasi aplikasi, integrasi AI, hingga penyediaan platform yang mampu mendukung pelaporan kepatuhan berkelanjutan.

Lembaga riset Gartner memperkirakan lebih dari 75 persen perusahaan di dunia akan memiliki strategi kedaulatan digital pada 2030, sebagian besar melalui penerapan strategi cloud yang berdaulat.

Penting bagi Perusahaan di Indonesia

Bagi Indonesia, kedaulatan digital juga telah menjadi bagian dari prioritas nasional. Hal ini tercermin dalam berbagai inisiatif transformasi digital pemerintah, termasuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial yang menempatkan AI sebagai teknologi strategis dalam mendukung inovasi dan daya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

Bagi perusahaan, penerapan kedaulatan digital memberikan sejumlah manfaat strategis. Di antaranya adalah kontrol yang lebih besar atas data dan infrastruktur digital, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi nasional, serta kemampuan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi seperti AI dan hybrid cloud tanpa mengorbankan keamanan maupun kepentingan nasional.

Selain itu, pendekatan ini juga membantu perusahaan meningkatkan fleksibilitas operasional sekaligus mengurangi risiko yang berkaitan dengan gangguan geopolitik, lintas batas, maupun rantai pasok digital.

Momentum yang Tidak Bisa Ditunda

Perkembangan teknologi seperti AI, hybrid cloud, dan komputasi kuantum kini tengah membentuk ulang model bisnis dan struktur organisasi di berbagai sektor. Pada saat yang sama, perubahan geopolitik global mendorong banyak negara untuk menerapkan kebijakan lokalisasi data dan regulasi kedaulatan teknologi.

Menurut riset Gartner, sekitar 65 persen pemerintah di dunia diperkirakan akan menerapkan berbagai bentuk kebijakan kedaulatan teknologi pada 2028 guna melindungi perekonomian nasional dari dampak regulasi lintas negara.

Pasar cloud berdaulat juga diproyeksikan tumbuh pesat dari sekitar USD37 miliar pada 2023 menjadi USD169 miliar pada 2028. Hal ini menunjukkan bahwa kedaulatan digital semakin menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing dan ketahanan bisnis di era ekonomi digital.

Kolaborasi Bangun Ekosistem Digital

Dalam mendukung penguatan kedaulatan digital di Indonesia, IBM menjalin berbagai kemitraan strategis. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Telkom Indonesia untuk menghadirkan platform AI berdaulat yang dibangun menggunakan teknologi IBM watsonx.

Platform tersebut dilengkapi dengan watsonx.ai yang berfungsi sebagai studio pengembangan AI tingkat enterprise. Teknologi ini memungkinkan organisasi membangun berbagai layanan berbasis AI yang tepercaya dan bertanggung jawab untuk berbagai fungsi bisnis, mulai dari HR, legal, hingga pemasaran.

Selain itu, IBM juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat sistem keamanan siber nasional.

Teknologi Pendukung Kedaulatan Digital

Untuk mendukung penerapan kedaulatan digital, IBM juga memperkenalkan solusi perangkat lunak terbaru bernama IBM Sovereign Core. Teknologi ini dirancang untuk membantu organisasi membangun dan mengelola lingkungan digital yang memenuhi prinsip kedaulatan data sekaligus siap mendukung pemanfaatan AI.

Solusi tersebut memungkinkan organisasi mempertahankan kendali operasional penuh terhadap sistem mereka, termasuk pengelolaan identitas, enkripsi, dan akses data yang tetap berada dalam batas yurisdiksi tertentu. Selain itu, platform ini juga mendukung penerapan model AI secara lokal dengan tata kelola yang sesuai dengan regulasi.

General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, menilai Indonesia saat ini berada pada titik penting dalam perjalanan transformasi digitalnya.

GCG BUMN
Menurutnya, dengan memperkuat kedaulatan digital dan membangun kemitraan strategis lintas sektor, Indonesia dapat menciptakan fondasi teknologi yang tepercaya untuk mendorong inovasi, meningkatkan ketahanan ekonomi, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di masa depan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories