telkomsel halo

Gen Z banyak riset, Gen X lebih dulu berbisnis

05:14:00 | 21 Mar 2026
Gen Z banyak riset, Gen X lebih dulu berbisnis
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan bahwa peningkatan rasio kewirausahaan menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional dapat mencapai 3,6% pada 2029, meningkat dari posisi saat ini yang berada di angka 3,29%.

Sejalan dengan upaya tersebut, platform riset Jakpat melakukan survei terhadap 1.387 responden untuk memetakan tren kewirausahaan lintas generasi. Studi ini menyoroti motivasi, strategi, serta tantangan yang dihadapi calon wirausaha maupun pelaku usaha, termasuk dalam mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI).

Hasil survei menunjukkan 32% responden sudah memiliki bisnis, sementara 59% berencana memulai usaha, dan 9% tidak berminat berwirausaha. Jika dilihat dari generasi, Gen X cenderung lebih dulu terjun ke dunia bisnis. Sekitar satu dari tiga Gen X tercatat telah menjalankan usaha selama lebih dari tiga tahun. Sebaliknya, Gen Z lebih banyak berada di tahap perencanaan. Sebanyak 46% Gen Z menyatakan ingin membuka bisnis, meskipun sebagian besar belum menentukan kapan akan memulainya.

Dari sisi motivasi, potensi pendapatan yang tidak terbatas menjadi alasan paling umum untuk memulai bisnis, yang diakui oleh 46% responden. Selain itu, banyak responden tertarik pada fleksibilitas kerja, seperti kemampuan bekerja dari mana saja, serta keyakinan bahwa membangun aset sendiri dapat memberikan keamanan finansial jangka panjang dibandingkan menjadi karyawan. Perbedaan motivasi juga terlihat antar generasi. Sebagian Gen Z ingin membuka usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sementara Gen X lebih terdorong oleh keinginan menjadi bos bagi diri sendiri. Di sisi lain, banyak milenial melihat kewirausahaan sebagai cara untuk memiliki kendali penuh atas jadwal kerja.

Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menilai temuan ini menunjukkan bahwa alasan orang berwirausaha semakin beragam. Menurutnya, banyak individu kini tidak hanya mengejar pendapatan, tetapi juga kemandirian serta kendali terhadap waktu dan arah karier. Karena itu, pendekatan untuk mendorong kewirausahaan perlu lebih fleksibel dan disesuaikan dengan karakter masing-masing generasi.

Dalam hal sektor usaha, makanan dan minuman menjadi bidang yang paling diminati oleh responden. Namun preferensi calon wirausaha dan pelaku usaha yang sudah mapan menunjukkan perbedaan. Calon wirausaha cenderung tertarik pada bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan pokok seperti sembako serta sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Sebaliknya, pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis dalam waktu lebih lama terlihat lebih aktif di sektor telekomunikasi dan produk digital, yang mencerminkan pergeseran menuju model bisnis berbasis teknologi.

Survei ini juga menunjukkan bahwa banyak responden aktif mempersiapkan diri sebelum memulai usaha. Sebagian besar mengaku mempelajari riset pasar dan pencarian ide bisnis, diikuti oleh pembelajaran mengenai strategi penentuan harga serta pengelolaan keuangan. Selain itu, cukup banyak responden yang juga mulai mempelajari cara membangun identitas dan reputasi merek.

GCG BUMN
Hasna menyimpulkan bahwa meskipun Gen X memiliki pengalaman lebih matang dalam menjalankan bisnis, Gen Z terlihat lebih serius dalam tahap persiapan, terutama melalui aktivitas riset pasar dan eksplorasi ide usaha. Kecenderungan ini juga didukung oleh kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara lebih cepat, yang berpotensi membentuk pola kewirausahaan baru di masa depan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories