telkomsel halo

Grab jadi distributor Lidar Hesa untuk pasar otonom Asia Tenggara

06:19:00 | 08 Feb 2026
Grab jadi distributor Lidar Hesa untuk pasar otonom Asia Tenggara
JAKARTA (IndoTelko) Hesai Technology menggandeng Grab dalam kemitraan strategis untuk mempercepat komersialisasi teknologi lidar (Light Detection and Ranging) di Asia Tenggara. Dalam kerja sama ini, Grab ditunjuk sebagai distributor eksklusif produk lidar Hesai, membuka peluang sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi Grab di rantai nilai teknologi mobilitas otonom.

Penunjukan ini menempatkan Grab bukan hanya sebagai operator layanan ride-hailing dan logistik, tetapi juga sebagai mitra distribusi teknologi sensor untuk sektor robotika, kendaraan otonom, hingga pemetaan digital. Bagi Hesai, kolaborasi tersebut menjadi pintu masuk untuk memperluas penetrasi pasar regional tanpa harus membangun jaringan penjualan dari awal.

Melalui peran barunya, Grab akan menangani penjualan, dukungan pelanggan, hingga pemasaran sensor lidar Hesai di seluruh Asia Tenggara. Perusahaan memanfaatkan jaringan operasional, basis klien enterprise, serta infrastruktur logistik yang telah tersebar di berbagai negara untuk mempercepat adopsi teknologi ini di tingkat industri.

Group CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan, mengatakan akses terhadap lidar akan memperkuat fondasi teknologi internal perusahaan, khususnya untuk pengembangan autonomous mobility dan pemetaan berskala besar.

“Lidar memungkinkan mesin dan robot ‘melihat’ serta bernavigasi dengan aman di lingkungan yang kompleks. Kapabilitas ini penting bagi strategi jangka panjang kami dalam membangun sistem mobilitas yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya.

Ekspansi Pasar

Dari sisi bisnis, kemitraan ini memberi Hesai jalur distribusi langsung ke pasar Asia Tenggara yang tengah mempercepat otomasi di sektor manufaktur, logistik, dan layanan robotik. Permintaan sensor presisi tinggi diperkirakan meningkat seiring perusahaan mulai beralih dari tahap uji coba menuju implementasi komersial berskala besar.

CEO dan Co-founder Hesai, David Li, menilai kawasan ini memiliki potensi pertumbuhan signifikan untuk teknologi lidar, terutama karena kebutuhan efisiensi operasional dan keselamatan kerja yang semakin tinggi.

Sebagai salah satu pemain global terdepan di industri lidar, Hesai memiliki rekam jejak kuat di segmen otomotif, Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta autonomous mobility. Dengan dukungan Grab, perusahaan berharap dapat mempercepat distribusi produk sekaligus membangun kehadiran lokal yang lebih kuat.

Model Baru

Bagi Grab, peran sebagai distributor eksklusif juga memperluas model bisnis perusahaan ke ranah business-to-business (B2B) teknologi. Selain memperkuat ekosistem internal, lini distribusi sensor ini berpotensi menciptakan diversifikasi pendapatan dari klien industri, pengembang robotika, hingga operator logistik.

Kolaborasi ini turut mendorong pengembangan Physical AI dan Embodied AI, di mana mesin mampu berinteraksi secara aman dengan lingkungan fisik. Dengan meningkatnya kebutuhan otomasi di kota-kota besar Asia Tenggara, lidar dipandang sebagai komponen kunci untuk mendukung navigasi dan pengambilan keputusan secara real-time.

GCG BUMN
Ke depan, Grab dan Hesai berencana memperluas kerja sama pemasaran serta pengembangan pasar untuk memastikan ketersediaan teknologi lidar yang stabil, sekaligus mempercepat adopsinya di berbagai sektor industri regional. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories