Grab paparkan fondasi AI di AI DevX Connect 2026

07:39:00 | 27 Jan 2026
Grab paparkan fondasi AI di AI DevX Connect 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Grab menegaskan peran artificial intelligence (AI) sebagai tulang punggung operasional perusahaan di Asia Tenggara melalui penyelenggaraan Grab AI DevX Connect 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah berbagi praktik nyata penerapan AI berskala besar yang berorientasi pada manusia dan kebutuhan operasional sehari-hari.

Sejak 2024, Grab mengambil langkah strategis dengan menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu di seluruh tim teknologi. Kebijakan tersebut memberi ruang bagi tim engineering, produk, desain, dan data untuk berkolaborasi lebih erat dengan unit bisnis, guna mengintegrasikan generative AI secara menyeluruh ke dalam proses kerja perusahaan.

Hingga kini, Grab mengoperasikan lebih dari 1.000 model AI dan machine learning yang aktif digunakan di seluruh ekosistemnya. AI tidak diposisikan sebagai proyek terpisah, melainkan sebagai kapabilitas inti untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kinerja tim, dengan tetap menempatkan manusia sebagai penentu akhir.

Pendekatan ini dikenal sebagai AI-First with Heart, yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat peran manusia. Prinsip tersebut menjadi benang merah dalam AI DevX Connect 2026, yang mempertemukan engineer, pemimpin produk, praktisi data, serta pengembang AI dari Grab dan komunitas teknologi lintas industri.

Head of Product Strategy & Product Operations Grab, Anan Kasetra, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang terbuka untuk berbagi pembelajaran nyata, termasuk tantangan dalam membangun dan mengelola sistem AI berskala besar. Grab juga ingin mendorong talenta teknologi Indonesia agar siap mengadopsi AI secara bertanggung jawab dengan pendekatan human-centered.

Inisiatif ini turut mendapat apresiasi dari AI National Advisor sekaligus Director of Innovation KORIKA, Andreas Tjendra. Ia menilai kesiapan talenta dan kemampuan menjalankan AI di sistem yang kompleks menjadi kunci realisasi potensi ekonomi AI Indonesia, yang diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan.

AI sebagai Tulang Punggung Operasional

Dalam sesi diskusi, Grab memaparkan bagaimana AI diintegrasikan ke berbagai fungsi, mulai dari engineering, product, data, hingga marketing dan growth, untuk mengelola kompleksitas operasional di Asia Tenggara. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga kecepatan inovasi sekaligus disiplin operasional dalam skala besar.

Penerapan AI tersebut dirancang memberikan dampak langsung bagi mitra Grab, khususnya UMKM dan Mitra Pengemudi. Salah satunya melalui Grab Merchant AI Assistant, asisten virtual di aplikasi GrabMerchant yang memberikan rekomendasi bisnis dan operasional secara personal. Hingga akhir 2025, fitur ini telah dimanfaatkan oleh sekitar seperempat merchant aktif Grab.

Untuk Mitra Pengemudi, AI Driver Companion membantu memprediksi area dengan permintaan tinggi berdasarkan data real-time dan historis, sehingga meningkatkan efisiensi perolehan order. Selain itu, fitur pelaporan suara berbasis AI memungkinkan pengemudi menyampaikan kondisi jalan secara verbal, yang berkontribusi pada pembaruan GrabMaps secara lebih cepat dan akurat.

GrabMaps sendiri memanfaatkan AI untuk memproses data lalu lintas, cuaca, dan kondisi lapangan secara real-time guna menghasilkan navigasi yang presisi, termasuk untuk rute last mile di area yang sulit dijangkau.

Di sisi internal, Grab mengembangkan berbagai platform AI untuk meningkatkan produktivitas, seperti Mosaic, tool desain berbasis AI yang mampu menghasilkan ilustrasi dalam hitungan detik, serta Enigma, platform data internal yang mempermudah akses dan distribusi data lintas fungsi secara mandiri dan terstandarisasi. Sebagian solusi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra AI global, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Indonesia Jadi Pilar Strategis AI Grab

Grab menempatkan Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam perjalanan AI perusahaan. Selain menjadi pasar utama, Indonesia juga merupakan basis talenta teknologi yang berkontribusi langsung pada pengembangan dan pengoperasian sistem AI Grab di tingkat regional.

Talenta asal Indonesia, mulai dari engineer hingga pemimpin teknologi, terlibat aktif dalam memastikan sistem AI Grab berjalan andal, adaptif, dan relevan di berbagai negara dengan karakteristik yang berbeda. Melalui AI DevX Connect 2026, Grab berharap dapat memperluas kolaborasi dengan komunitas teknologi nasional serta memperkuat kesiapan ekosistem AI Indonesia.

Dengan kompleksitas pasar yang tinggi, Indonesia menjadi laboratorium penting bagi Grab untuk menguji ketangguhan dan skalabilitas sistem AI, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait