JAKARTA (IndoTelko) - Grab Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1,8 miliar untuk mendukung percepatan pemulihan korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak awal Desember 2025. Bantuan tersebut menyasar karyawan internal, mitra ekosistem Grab, hingga masyarakat terdampak secara luas.
Total bantuan yang disalurkan mencakup lebih dari 6.000 paket logistik, sembako, perlengkapan higienis, hingga peralatan kesehatan. Proses distribusi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama berbagai mitra strategis, di antaranya BenihBaik.com, Komunitas Postelsiar, Digital Komdigi, Save the Children, serta Kementerian Kesehatan RI.
Solidaritas Internal untuk Grabbers Terdampak
Langkah awal pemulihan dimulai dari internal perusahaan melalui gerakan solidaritas bertajuk “Dari Grabbers untuk Grabbers”. Inisiatif ini berhasil menghimpun dana pada periode 26 Desember 2025, yang kemudian disalurkan kepada karyawan Grab dan grabbers di wilayah Medan dan sekitarnya yang terdampak banjir.
Melalui platform BenihBaik.com, Grab menyalurkan ratusan paket bantuan serta voucher belanja untuk memenuhi kebutuhan dasar, kebersihan, dan perbaikan hunian yang terdampak bencana.
Dukungan untuk Mitra Pengemudi dan Merchant
Tidak hanya fokus pada karyawan, Grab juga memperluas dukungan kepada Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant melalui program Grab for Goods. Program ini merupakan bagian dari komitmen Grab dalam memperkuat mobilitas sosial dan ketahanan ekonomi komunitas di Asia Tenggara.
Untuk wilayah Sumatera yang terdampak banjir, Grab mengalokasikan dana sekitar Rp1,2 miliar guna menyalurkan paket bantuan kepada lebih dari 5.300 mitra pengemudi dan merchant di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masyarakat Umum
Dalam tahap tanggap darurat, Grab bekerja sama dengan Komunitas Postelsiar dan Digital Komdigi untuk menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak. Nilai donasi yang disalurkan mencapai Rp250 juta, terdiri dari 250 paket sembako, 200 paket perlengkapan higienis, serta 200 paket kebutuhan keluarga seperti selimut, kasur lipat, dan obat-obatan.
Kolaborasi juga diperluas dengan Kementerian Kesehatan RI, dengan fokus pada penguatan layanan medis di daerah terdampak dan terisolasi. Bantuan yang disalurkan meliputi empat unit genset 5 KVA, dua unit genset 8 KVA, 25 tempat tidur pasien, serta 50 unit laptop yang akan ditempatkan di sejumlah puskesmas di Tamiang dan Aceh Utara.
Sementara itu, kerja sama dengan Save the Children difokuskan pada perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak. Grab menyalurkan 200 paket makanan senilai Rp50 juta, serta dukungan dana tunai sebesar Rp100 juta untuk mendukung program perlindungan anak di wilayah bencana.
Komitmen Jangka Panjang Pemulihan
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa seluruh ekosistem Grab merupakan prioritas perusahaan. Mulai dari karyawan, mitra pengemudi, mitra merchant, hingga masyarakat pengguna layanan.
“Berbagai inisiatif yang kami lakukan merupakan wujud komitmen Grab untuk hadir bersama masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan dan membantu warga terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk bangkit kembali,” ujarnya. (mas)