UMKM Medan bawa kopi tubruk Tapanuli ke WEF Davos 2026

08:18:00 | 03 Feb 2026
UMKM Medan bawa kopi tubruk Tapanuli ke WEF Davos 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Di tengah forum ekonomi global World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, UMKM kopi asal Medan Coffeenatics turut memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi Indonesia melalui sajian kopi tubruk berbahan biji kopi dari Tapanuli Selatan. Kehadiran Coffeenatics di Paviliun Indonesia pada 1923 Januari 2026 menjadi representasi peran UMKM nasional dalam percakapan ekonomi dunia.

Sebagai UMKM sekaligus Mitra Merchant Grab, Coffeenatics menampilkan metode seduh tradisional kopi tubruk khas Nusantara kepada para pemimpin global, pelaku industri, dan pemangku kepentingan internasional. Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana memperkenalkan identitas kopi Indonesia yang berakar pada tradisi dan keberlanjutan.

CEO dan Co-Founder Coffeenatics Harris Hartanto Tan menyampaikan bahwa keikutsertaan di Davos memberikan pengalaman berharga bagi perusahaan. Menurutnya, tampil di forum internasional membuka wawasan baru terkait standar global, peluang ekspor, serta jejaring lintas negara yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM kopi lokal.

Dalam operasionalnya, Coffeenatics membangun rantai nilai bersama petani kopi di berbagai daerah, termasuk Sumatera dan Bali. Kemitraan ini ditujukan untuk menjaga kualitas biji kopi sekaligus mendorong praktik usaha yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Selain itu, Coffeenatics juga aktif mengedukasi komunitas melalui kelas kopi dan kegiatan berbagi pengetahuan guna membangun ekosistem kopi yang inklusif.

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan turut menjadi bagian dari identitas Coffeenatics. Melalui kolaborasi dengan People Resources and Conservation Foundation (PRCF) dan Sumatera Rainforest Institute (SRI), Coffeenatics terlibat dalam inisiatif konservasi orangutan Tapanuli Selatan lewat program sosial Apes for Apes. Program ini mengintegrasikan produk kopi dengan dukungan terhadap pelestarian salah satu spesies primata paling langka di dunia.

Sejak berdiri pada 2015, Coffeenatics berkembang dari usaha skala kecil menjadi UMKM kopi yang telah berekspansi ke Jakarta dan menembus pasar Singapura. Mengusung kopi specialty dengan proses produksi berstandar tinggi, Coffeenatics menghadirkan karakter rasa yang merefleksikan keunggulan kopi daerah. Saat ini, perusahaan didukung lebih dari 80 karyawan dan terus beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi digital.

Partisipasi Coffeenatics di WEF Davos 2026 mendapat dukungan dari Grab. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Grab dalam mendorong UMKM Indonesia agar mampu naik kelas dan bersaing di tingkat global, sejalan dengan inisiatif Grab untuk Indonesia.

Sementara itu, COO dan Co-Founder Coffeenatics Norita Chai mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Grab sejak 2020 membantu Coffeenatics menjangkau lebih banyak pelanggan melalui layanan digital. Dukungan ekosistem Grab dinilai meningkatkan kepercayaan diri Coffeenatics untuk membawa kopi lokal Indonesia ke panggung internasional.

Dengan memanfaatkan teknologi dan ekosistem digital, Coffeenatics berhasil memperluas pasar sekaligus meningkatkan visibilitas merek. Kehadiran di WEF Davos 2026 menjadi bukti bahwa inovasi UMKM berbasis kearifan lokal memiliki daya saing dan relevansi di pasar global. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait