JAKARTA (IndoTelko) Penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan, VIDA, memperluas kanal distribusi global dengan menghadirkan layanannya di Amazon Web Services (AWS) Marketplace, langkah strategis yang membuka akses langsung ke basis pelanggan enterprise AWS di berbagai negara.
Masuknya VIDA ke marketplace milik AWS menandai pergeseran model go-to-market perusahaan dari pendekatan penjualan langsung (direct sales) ke distribusi berbasis ekosistem cloud. Skema ini memungkinkan VIDA menjangkau lebih banyak klien korporasi dengan proses pengadaan yang lebih cepat, sekaligus menekan hambatan integrasi teknis.
Melalui AWS Marketplace, pelanggan dapat mengaktifkan layanan VIDA—mulai dari verifikasi identitas, autentikasi biometrik, hingga tanda tangan digital—dalam satu ekosistem terintegrasi. Sistem penagihan juga langsung terhubung dengan akun AWS pelanggan, sehingga organisasi dapat memanfaatkan alokasi belanja cloud yang telah dimiliki tanpa proses administrasi tambahan.
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan kehadiran di AWS Marketplace menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi global perusahaan.
“Distribusi lewat AWS mempercepat adopsi di level enterprise. Kami ingin memastikan kapabilitas identitas digital yang aman dan tepercaya bisa diakses perusahaan berskala global dengan cara yang lebih sederhana dan efisien,” ujarnya.
Manfaatkan Lonjakan
Secara bisnis, momentum ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan verifikasi identitas yang aman dan mudah diskalakan, seiring percepatan transformasi digital di sektor keuangan, e-commerce, telekomunikasi, hingga layanan publik.
Setiap pertumbuhan transaksi digital membawa risiko fraud yang lebih tinggi, mendorong perusahaan mencari solusi identity verification berbasis AI dan biometrik untuk menekan potensi kerugian sekaligus memenuhi kewajiban regulasi.
Solusi VIDA dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan kemampuan verifikasi real-time, deteksi identitas sintetis, serta pencegahan penipuan sejak tahap awal onboarding pengguna. Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
Pasar Tumbuh
Potensi pasarnya juga kian besar. Riset MarketsandMarkets memproyeksikan pasar verifikasi identitas global akan hampir dua kali lipat pada 2028, didorong meningkatnya ancaman penipuan digital, regulasi kepatuhan yang lebih ketat, serta adopsi layanan berbasis cloud di berbagai industri.
Dalam konteks tersebut, kehadiran di AWS Marketplace memberi VIDA akses langsung ke jutaan pengguna AWS secara global, sekaligus memperpendek siklus penjualan yang biasanya memakan waktu panjang di segmen enterprise.
Model ini juga membuka peluang monetisasi berbasis langganan (subscription) dan konsumsi (usage-based), sejalan dengan pola belanja cloud modern.
Skala Operasi
Saat ini, platform VIDA memverifikasi sekitar 2,5 juta identitas per hari, memanfaatkan teknologi biometrik yang terhubung dengan basis data identitas nasional. Infrastruktur tersebut memungkinkan deteksi akun palsu dan identitas sintetis yang semakin sulit ditangani metode konvensional.
Skala transaksi harian ini menjadi modal penting bagi VIDA untuk meningkatkan akurasi sistem berbasis AI sekaligus memperkuat diferensiasi teknologi di tengah persaingan global.
Niki menilai integrasi dengan AWS tidak hanya soal distribusi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi teknis lebih dalam, termasuk optimalisasi performa, keamanan, serta pengembangan fitur baru berbasis cloud.
Ekspansi Regional
Ke depan, VIDA menargetkan kehadiran di AWS Marketplace sebagai fondasi untuk memperluas penetrasi di Asia Tenggara dan pasar internasional lain yang mengalami pertumbuhan ekonomi digital tinggi.
Dengan kombinasi permintaan keamanan siber yang meningkat, regulasi identitas digital yang makin ketat, serta model distribusi cloud yang efisien, VIDA melihat peluang memperbesar basis pelanggan enterprise sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain regional di sektor identitas digital terverifikasi.
Langkah ini menempatkan VIDA tidak hanya sebagai penyedia solusi keamanan, tetapi juga sebagai enabler infrastruktur kepercayaan (trust infrastructure) bagi ekonomi digital global. (mas)