JAKARTA (IndoTelko) Red Hat membuka APAC AI Centre of Excellence (CoE) di Singapura untuk mempercepat penerapan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan bisnis. Pusat ini berfokus pada pengembangan teknologi berbasis open source, penguatan kapabilitas engineering, serta peningkatan keterampilan talenta AI di kawasan Asia Pasifik.
Inisiatif yang mendapat dukungan Singapore Economic Development Board (EDB) ini ditujukan untuk membantu organisasi beralih dari tahap uji coba menuju penerapan AI dalam operasional bisnis. Red Hat akan memanfaatkan keahlian rekayasa perangkat lunak dan teknologi open source untuk mengembangkan solusi yang dapat digunakan lintas industri.
Melalui CoE, tim engineering Red Hat akan merancang arsitektur perangkat lunak yang dapat digunakan kembali untuk menjawab berbagai kebutuhan perusahaan. Tim tersebut juga akan berkontribusi pada proyek open source, mulai dari penerapan sistem dan optimalisasi runtime hingga pengelolaan platform AI.
Vice President & General Manager Red Hat Asia Pacific Daniel Aw mengatakan, organisasi membutuhkan platform terbuka dan keahlian teknis untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab.
Menurutnya, pendirian CoE memperluas kapabilitas engineering Red Hat di Singapura. Kolaborasi dengan Defence Science and Technology Agency (DSTA) juga menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tersebut untuk menangani kebutuhan operasional yang kompleks.
Salah satu agenda CoE adalah bekerja sama dengan DSTA untuk mengeksplorasi dan mengembangkan solusi AI serta teknologi berbasis cloud bagi kebutuhan pertahanan Singapura.
Kedua organisasi akan mengembangkan solusi berskala besar di bidang AI, komputasi cloud, modernisasi aplikasi, dan komputasi edge untuk mendukung operasi multi-cloud. Kolaborasi ini juga mencakup penyusunan arsitektur dan praktik bersama untuk Development, Security and Operations (DevSecOps).
Selain pengembangan sistem, kerja sama tersebut meliputi pengelolaan operasional teknologi AI dan cloud setelah diterapkan, baik pada infrastruktur on-premise maupun off-premise.
Deputy Chief Executive (Information) DSTA Gayle Chan mengatakan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat pengembangan solusi AI dan cloud-native sesuai kebutuhan teknologi pertahanan. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
Di luar sektor pertahanan, Red Hat akan memperluas akses organisasi terhadap keahlian di bidang AI, hybrid cloud, dan platform engineering. CoE akan didukung tim khusus yang terdiri dari engineer, forward-deployed engineer, arsitek, dan manajer proyek untuk membantu pelanggan menerapkan AI dan machine learning.
Pengembangan talenta menjadi bagian lain dari inisiatif ini. Red Hat akan mendukung peningkatan keterampilan dalam rekayasa perangkat lunak, otomatisasi, pengembangan berbasis cloud, dan DevSecOps agar pelanggan serta mitra dapat membangun kapabilitas teknis secara mandiri.
Vice President Digital Industry Singapore Yueh Chinn Seah menilai, kehadiran CoE memperkuat posisi Singapura sebagai pusat AI regional sekaligus membuka peluang bagi talenta lokal untuk mengembangkan keahlian engineering.
Pembentukan APAC AI Centre of Excellence tersebut sejalan dengan Strategi AI Nasional Singapura. Dengan dukungan EDB, teknologi open source, serta kolaborasi engineering bersama DSTA, Red Hat menargetkan pengembangan solusi AI yang dapat diterapkan secara nyata di Singapura dan kawasan Asia Pasifik. (mas)