SiteMinder luncurkan AI untuk optimalkan distribusi dan pendapatan hotel

07:40:00 | 22 Okt 2026
SiteMinder luncurkan AI untuk optimalkan distribusi dan pendapatan hotel
JAKARTA (IndoTelko) - SiteMinder meluncurkan Dynamic Commerce Engine, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) yang dirancang membantu hotel mengoptimalkan strategi komersial, mulai dari penetapan harga hingga distribusi kamar.

Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan pelaksanaan (execution gap), yakni kondisi ketika hotel telah memperoleh rekomendasi untuk meningkatkan pendapatan, tetapi belum mampu menerapkannya secara optimal.

Selama ini, teknologi perhotelan cenderung berfokus pada rekomendasi harga berdasarkan permintaan pasar. Dynamic Commerce Engine memperluas pendekatan tersebut dengan mengidentifikasi peluang optimasi pada berbagai aspek operasional komersial, termasuk persoalan distribusi seperti koneksi kanal yang terputus dan tipe kamar yang belum terpetakan dengan benar.

Masalah distribusi tersebut berpotensi menghambat visibilitas dan penjualan kamar, tetapi kerap luput dari perhatian pengelola hotel.

SiteMinder memanfaatkan pengalaman dan skala datanya selama 20 tahun di industri perhotelan untuk mendukung pengembangan platform ini. Perusahaan menyebut teknologinya telah digunakan oleh pengelola 56.000 properti individu dan mengelola 2,6 juta kamar hotel, 140 juta pemesanan, serta 300 juta malam menginap setiap tahun.

Model ML yang terintegrasi memanfaatkan hampir 4 miliar sinyal availability, rates, and inventory (ARI) untuk mengidentifikasi peluang optimasi yang relevan bagi setiap properti.

Meski didukung AI, pengelola hotel tetap memegang kendali atas keputusan yang diambil. Pengguna dapat meninjau dan menyetujui setiap perubahan yang direkomendasikan sebelum sistem menjalankannya.

Pengalaman Tamu Jadi Faktor Penting

Peluncuran Dynamic Commerce Engine berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan hotel untuk menjaga akurasi dan konsistensi informasi pada berbagai kanal pemesanan daring.

Riset terbaru SiteMinder terhadap lebih dari 12.000 wisatawan di 14 negara, termasuk Indonesia, menemukan bahwa 51,4% responden pernah membatalkan pemesanan hotel secara online akibat pengalaman yang buruk. Sebanyak 26,5% menyebut ulasan, foto, atau informasi hotel yang dinilai tidak dapat dipercaya sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Salah satu pelanggan hotel, Kamilia Rudolf, mengatakan informasi yang tidak lengkap dan foto yang tidak sesuai kondisi sebenarnya membuat calon tamu harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari ulasan atau video tur kamar sebelum memutuskan melakukan pemesanan.

CEO dan Managing Director SiteMinder, Sankar Narayan, mengatakan hotel menghadapi tantangan untuk mengikuti perubahan industri pariwisata, sementara waktu dan sumber daya yang tersedia sering kali terbatas.

“Hotel ingin mengikuti perkembangan lanskap pariwisata yang terus berubah, namun mereka tidak selalu memiliki waktu atau sumber daya untuk melakukannya,” ujar Narayan.

Menurutnya, AI tidak cukup hanya memberikan laporan dan rekomendasi. Teknologi juga perlu membantu hotel menerapkan peluang yang teridentifikasi menjadi tindakan nyata, dengan tetap menjaga kendali pengelola.

Narayan menambahkan, strategi komersial hotel tidak seharusnya hanya berfokus pada penetapan harga. Fondasi distribusi juga perlu mendapat perhatian karena memengaruhi kemampuan calon tamu menemukan informasi, melihat ketersediaan kamar, dan melakukan pemesanan.

Melalui Dynamic Commerce Engine, SiteMinder berupaya menggabungkan identifikasi peluang dan pelaksanaan optimasi dalam satu pendekatan. Perusahaan menargetkan teknologi ini membantu hotel mengurangi hambatan distribusi, meningkatkan akurasi informasi, serta memaksimalkan potensi pendapatan tanpa menghilangkan peran pengelola dalam pengambilan keputusan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait