Reka perkuat posisi Indonesia di industri AI Global

07:59:00 | 21 Okt 2026
Reka perkuat posisi Indonesia di industri AI Global
JAKARTA (IndoTelko) - Dani Yogatama, Co-Founder sekaligus CEO Reka, perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) multimodal dengan valuasi US$1 miliar, terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia ke-120. Pencapaian ini memperluas akses Reka ke jaringan global mentor, investor, dan pelaku bisnis untuk mendukung ekspansi perusahaan.

Dani terpilih melalui International Selection Panel (ISP) Endeavor ke-109 yang berlangsung di Montreal, Kanada. Reka sendiri didirikan pada 2022 dan memperoleh pendanaan US$110 juta dari NVIDIA dan Snowflake pada 2025.

Perusahaan tersebut mengembangkan frontier AI models yang mampu memproses teks, gambar, audio, dan video dalam satu sistem. Di tengah perkembangan AI yang banyak berfokus pada pemanfaatan teknologi, Reka berupaya membangun model AI pada lapisan dasar yang dapat bersaing di pasar global.

“Fokus kami tetap jelas, membangun dan mengembangkan teknologi AI frontier untuk pasar global. Endeavor membuka akses langsung ke mitra bisnis dan penasihat yang tepat, sehingga kami bisa bergerak lebih cepat,” ujar Dani.

Ia menambahkan, Reka juga ingin berkontribusi kepada komunitas pendiri perusahaan dan mendukung generasi berikutnya dari perusahaan teknologi mendalam (deep tech).

Berbekal Pengalaman Riset AI Global

Dani menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian menjadi penerima beasiswa Monbukagakusho di University of Tokyo. Ia melanjutkan pendidikan doktoral di School of Computer Science, Carnegie Mellon University.

Sebelum mendirikan Reka, Dani bekerja di Baidu Silicon Valley AI Lab dan menghabiskan enam tahun sebagai Senior Staff Research Scientist di Google DeepMind, London. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membangun perusahaan AI yang berfokus pada pengembangan teknologi inti.

Reka memiliki sejumlah produk, termasuk Reka Flash, model bahasa besar multimodal dengan 21 miliar parameter yang dapat memahami video, gambar, teks, dan audio. Perusahaan juga mengembangkan Reka Vision untuk pencarian dan penalaran berbasis data visual, serta Reka Research, platform agentic AI yang menjawab pertanyaan kompleks melalui riset berbasis web dan dokumen.

Selain itu, Reka mengembangkan Reka Quant untuk meningkatkan efisiensi model. Pengembangan ini ditujukan untuk mengoptimalkan kebutuhan komputasi dan biaya inferensi, terutama ketika penggunaan AI mulai diperluas di lingkungan perusahaan.

“AI berkembang sangat cepat. Tetapi membangun model yang mampu bersaing di lapisan paling dasar membutuhkan kombinasi riset, talenta, infrastruktur, dan kemampuan untuk membawa teknologi tersebut ke penggunaan nyata,” kata Dani.

Akses Jaringan untuk Perluasan Bisnis

ISP merupakan tahap akhir proses seleksi Endeavor yang berlangsung selama 1218 bulan. Dalam proses tersebut, para pendiri perusahaan dengan pertumbuhan dan ambisi global menjalani wawancara intensif bersama panelis bisnis internasional sebelum dilakukan deliberasi untuk menentukan kandidat terpilih.

Bagi Dani, proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi asumsi bisnis dan strategi pertumbuhan Reka. Ia menilai perspektif dari para pendiri dan operator berpengalaman dapat membantu perusahaan mempersiapkan tahap pengembangan berikutnya.

Endeavor menyediakan akses ke jaringan mentor, pengusaha, dan investor global. Bagi Reka, jaringan ini berpotensi mendukung pengembangan kemitraan strategis, ekspansi pasar, serta pembangunan organisasi berskala internasional.

Dalam ISP di Montreal pada September 2026, Endeavor memilih 18 entrepreneur yang memimpin sembilan perusahaan. Terpilihnya Dani menambah jumlah Endeavor Entrepreneur Indonesia menjadi 120 orang.

Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono, mengatakan kehadiran Dani memperluas representasi perusahaan teknologi Indonesia di jaringan tersebut, khususnya pada sektor deep tech.

“Indonesia tidak kekurangan talenta AI kelas dunia. Yang selama ini kurang adalah jalur bagi talenta itu untuk membangun perusahaan global dan tetap terhubung ke ekosistem asalnya. Dani membuktikan keduanya bisa berjalan bersamaan,” ujarnya.

Menurut Monika, masuknya Dani juga menambah ragam sektor yang diwakili entrepreneur Indonesia di Endeavor, yang sebelumnya banyak berasal dari bidang konsumen, teknologi finansial, dan logistik.

Endeavor merupakan jaringan global bagi pendiri perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi yang telah melewati tahap awal bisnis dan bersiap memperbesar skala usahanya. Organisasi ini bukan akselerator maupun inkubator.

Secara global, Endeavor menaungi lebih dari 3.100 entrepreneur di lebih dari 45 negara. Jaringan tersebut disebut telah menciptakan lebih dari 6,1 juta lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$111 miliar. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait