telkomsel halo

Genomics and Science Dojo 3.0 dorong budaya riset kolaboratif

07:57:00 | 01 Jul 2026
Genomics and Science Dojo 3.0 dorong budaya riset kolaboratif
JAKARTA (IndoTelko) - Program Genomics and Science Dojo 3.0 kembali digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas peneliti muda Indonesia di bidang genomik dan biomedis. Memasuki penyelenggaraan ketiga, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis penelitian, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya riset yang lebih kritis, terbuka, dan kolaboratif.

Program yang mendapat dukungan British Embassy Jakarta ini diinisiasi oleh Summit Institute for Development (SID) bersama GSI Lab dan OUCRU Indonesia (OUCRU-ID).

Berbeda dengan pelatihan penelitian pada umumnya, Genomics and Science Dojo mengusung pendekatan pembelajaran bertahap yang dikenal sebagai Dojo Method. Metode tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan ilmiah sekaligus membangun karakter peneliti dalam menghadapi tantangan riset.

Tahap awal dimulai melalui sesi Wounded Healer, yaitu forum diskusi antara peserta dan mentor (sensei) yang membahas pengalaman, tantangan, serta proses pembelajaran selama menjalani karier sebagai peneliti. Sesi ini bertujuan membangun rasa saling percaya dan menciptakan ruang diskusi yang terbuka di antara peserta.

Selanjutnya, peserta mengikuti Shinjitsu Ninja, serangkaian latihan intensif yang berfokus pada penyusunan publikasi ilmiah. Dalam tahap ini, peserta berlatih menyusun abstrak, melakukan analisis data, hingga mengembangkan pembahasan manuskrip dalam waktu yang terbatas untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan karya ilmiah secara efektif.

Proses pembelajaran kemudian ditutup melalui Shinjitsu Tournament, yaitu kompetisi presentasi dan debat ilmiah. Pada sesi tersebut, setiap tim memaparkan ide penelitian maupun rancangan manuskrip untuk memperoleh masukan langsung dari peserta lain dan para mentor.

Selain memperkuat kemampuan menulis publikasi ilmiah, peserta juga mendapatkan materi mengenai perancangan penelitian genomik, peningkatan kualitas data, serta strategi pengelolaan data penelitian yang lebih sistematis.

Salah satu pendiri Genomics and Science Dojo, Anuraj H. Shankar, menekankan bahwa proses ilmiah selalu berkembang melalui evaluasi terhadap berbagai hipotesis yang belum tentu benar. Menurutnya, kesediaan untuk menguji dan memperbaiki kesalahan merupakan bagian penting dalam menemukan kebenaran ilmiah.

Pelaksanaan Genomics and Science Dojo 3.0 saat ini memasuki Cycle 2 yang diawali dengan Online Shinjitsu Class pada 1719 Juni 2026. Pada tahap ini, peserta dari berbagai daerah mempresentasikan perkembangan proposal riset dan manuskrip mereka untuk memperoleh masukan dari para mentor sebelum mengikuti pelatihan lanjutan.

Program kemudian dilanjutkan dengan minicamp yang berlangsung pada 2125 Juni 2026 di Novotel Cikini dan Mercure Cikini, Jakarta. Selama lima hari, peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan, diskusi, pendampingan, serta kompetisi ilmiah yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antarpeneliti sekaligus meningkatkan kualitas hasil riset yang dikembangkan.

GCG BUMN
Melalui pendekatan tersebut, Genomics and Science Dojo diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem riset genomik dan biomedis Indonesia dengan menghadirkan peneliti muda yang memiliki kemampuan ilmiah, budaya kolaborasi, serta daya saing yang lebih kuat di tingkat internasional.(mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories