Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Twitter akan Kurangi 8% Jumlah Karyawan

07:00:23 | 14 Okt 2015
Twitter akan Kurangi 8% Jumlah Karyawan
Ilustrasi (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Twitter akhirnya mengakui akan mengurangi sekitar 8% jumlah karyawannya atau sekitar 336 posisi yang ditempati tenaga professional guna memberikan efisiensi bagi perusahaan.

CEO Twitter Jack Dorsey dalam keterbukaan informasi ke bursa saham menyatakan posisi yang bakal banyak terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah di departemen Produk dan engineering.

Twitter menilai dua departemen ini saling overlapping dalam pekerjaan dan tujuan sehingga pengurangan karyawan bisa membuat perseroan lebih cepat bergerak.  Twitter ingin meningkatkan kualitas dari produknya agar bisa bertahan di jangka panjang.  

“Kami rasa para engineer akan bergerak lebih cepat jika dalam jumlah tim yang kecil . Ini tak akan mudah, tetapi bisnis ini membutuhkan Twitter yang kuat dan langkah kearah sana dimulai,” kata Dorsey seperti dilansir Bloomberg (13/10).

Investor bereaksi positif dengan rencana ini dimana saham Twitter naik 1,1% menjadi US$29,06 pada penutupan Selasa (13/10), kemarin.

Paket Semangat Kemerdekaan
Juru bicara Twitter Jim Prosser menambahkan PHK tak akan dialami para eksekutif. Biaya restrukturisasi pegawai ini sekitar US$ 5 juta hingga US$ 15 juta dimana beban akan dibayar pada kuartal keempat 2015. Saat ini Twitter memperkerjakan sekitar 4.100 karyawan.

Twitter memperkirakan pendapatannya di kuartal ketiga 2015 sekitar US$545 juta hingga US$560 juta.

Analis dari Monness, Crespi, Hardt & Co James Cakmak menilai langkah yang diambil Twitter realistis karena Facebook dengan jumlah tenaga kerja yang sama pada 2012 bisa menghasilkan pendapatan sekitar US$ 5 miliar. Para analis memperkirakan pada tahun ini total pendapatan Twitter hanya US$2.2 miliar.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
Sah! Indosat dan Tri merger
Telkom Digital Permata