Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Global News

2017, Harga Smartphone di Bawah USD150

19:43:52 | 12 Dec 2012
2017, Harga Smartphone di Bawah USD150
Ilustrasi
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
Sebuah studi yang dipaparkan oleh Informa Telecoms & Media memprediksi pasar smartphone akan menurun dan penjualan akan didominasi oleh dua jenis harga, low end (berharga di bawah USD150) dan high-end (harga di atas USD250).

Temuan ITM juga menyatakan bahwa lima tahun mendatang pasar smartphone mahal akan menyusut dari 85 persen total smartphone yang terjual pada 2011 akan menjadi 33 persen saja di 2017. Kebalikannya, pasar smartphone low-end akan meraih pangsa pasar yang meningkat menjadi sekitar 52 persen smartphone terjual pada 2017 nanti.

Pemandangan kontras yang terjadi lima tahun yang akan datang ini merupakan hasil dari kompetisi yang semakin ketat. Harga smartphone akan berangsur menurun seiring dengan semakin ketatnya persaingan di ranah ponsel pintar.

Rata-rata harga smartphone akan turun mulai dari harga USD188 pada tahun 2011 menjadi sekitar USD152 pada 2017. Penurunan ini juga terjadi karena semakin banyaknya permintaan terhadap smartphone entry-level di pasar negara berkembang dan kebutuhan super-smartphone di pasar negara lainnya. Vendor juga akan dihadapkan dengan dilemma untuk menekan biaya inovasi untuk bisa mempertahankan harga murah di kompetisi. Untuk tetap bertahan, sejumlah vendor akan terus mengurangi biaya operasional sedangkan yang lainnya akan berjuang lebih keras untuk tetap menjaga profit.

“Seiring dengan perkembangan pasar, rantai suplai akan terbagi menjadi dua bagian, innovator yang terus berupaya memperkenalkan komponen fitur dan performa tinggi ke pasar, atau para follower yang akan membawa inovasi ini ke pasar yang lebih luas,” ujar analis ITM, Malik Saadi.

Angkasa Pura 2
Catatan paling menarik, menurut ITM, sejumlah vendor seperti Nokia, RIM, LG, HTC, Motorola dan Sony akan menemui kesulitan untuk beradaptasi di permainan baru di ranah smartphone ini karena secara tidak langsung dapat menjauhkan mereka dari bisnis utama untuk berkutat di pasar smartphone. Vendor-vendor itu harus membuat keputusan strategis, apakah ingin bertarung dengan Samsung dan Apple di pasar high-end atau berkompetisi di low-end segmen bersama ODM-ODM asal China.

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma