JAKARTA (IndoTelko) - Ant International memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) pada layanan keuangan dengan menghadirkan rangkaian solusi AI-native full-stack yang mencakup pembayaran, akun, valuta asing (FX), treasury, hingga pengembangan bisnis global.
Rangkaian tersebut diperkenalkan untuk membantu perusahaan tidak hanya mengotomatisasi aktivitas operasional yang sudah berjalan, tetapi juga membangun kemampuan bisnis berbasis agentic AI untuk menghadapi perubahan pola transaksi dan perdagangan digital.
Solusi baru ini dibangun di atas dua proprietary foundation model Ant International, yakni Antom 3-in-1 Transformer untuk kebutuhan pembayaran dan FalconTST untuk memprediksi kebutuhan FX serta likuiditas.
Ant International juga memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP) dan WhaleRTP, yang dikembangkan untuk mendukung interoperabilitas pembayaran dan penyelesaian transaksi berbasis blockchain.
CEO Ant International, Peng Yang, mengatakan perusahaan fintech perlu membangun infrastruktur kepercayaan sekaligus teknologi AI yang mampu memahami kompleksitas data dan kebutuhan bisnis.
“Pemimpin fintech masa depan perlu menghadirkan infrastruktur trust yang siap menghadapi masa depan serta foundational FinAI models yang menggabungkan data kompleks dan keahlian di berbagai bidang,” ujar Peng dalam acara VOYAGE di Shanghai yang dihadiri lebih dari 1.100 eksekutif.
Dua Model AI Jadi Fondasi
Ant International menyebut penerapan AI di layanan pembayaran Antom telah berkembang cukup luas. Sebanyak 89,5% merchant disebut telah menerapkan AI agents, sementara 81,4% tugas pembayaran telah mendapat bantuan AI.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Antom 3-in-1 Transformer dibangun dengan lebih dari 10 miliar parameter dan mengelola sekitar 90 triliun data per tahun.
Model ini menggabungkan pemrosesan data perilaku, data terstruktur, serta hubungan antarpengguna dalam satu arsitektur. Teknologi tersebut digunakan antara lain untuk deteksi fraud, pencegahan penipuan, dan optimalisasi keberhasilan transaksi.
Sementara itu, FalconTST menggunakan lebih dari 8,5 miliar parameter untuk memproyeksikan arus kas, kebutuhan likuiditas, dan risiko valuta asing berdasarkan data dari berbagai sektor industri.
Di sisi keamanan, Ant International menggunakan arsitektur dua lapis yang menggabungkan Know-Your-Agent (KYA), AMP, dan AgentSafePay. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi risiko baru yang muncul ketika agen AI mulai melakukan transaksi secara mandiri.
AMP sendiri merupakan protokol pembayaran terbuka yang memungkinkan agen AI melakukan transaksi melalui berbagai aplikasi, super app, dan perangkat pintar. Teknologi ini juga mendukung pengaturan izin transaksi berdasarkan tugas serta transaksi antaragen AI.
Untuk kebutuhan settlement, WhaleRTP menjadi platform wholesale settlement berbasis blockchain yang menghubungkan aset dan jaringan dari institusi keuangan. Pada 2025, platform ini disebut telah memproses 45% volume transaksi cross-border Ant International.
AI Masuk ke Seluruh Alur Bisnis
Pada sisi pembayaran, Antom Autopilot dirancang untuk menangani berbagai proses merchant melalui satu antarmuka percakapan, mulai dari onboarding, integrasi, pengelolaan transaksi, mitigasi risiko, rekonsiliasi hingga ekspansi pasar.
Ant International menyebut penggunaan AI telah memangkas waktu menuju transaksi pertama dari hitungan hari menjadi hitungan menit. Jumlah merchant yang menggunakan AI untuk proses integrasi juga meningkat empat kali lipat dalam 12 bulan terakhir.
Produk lainnya, Antom SmartDispute, membantu perusahaan mengelola sengketa transaksi dengan memberikan rekomendasi strategi penyelesaian. Perusahaan juga menyediakan AutoDispute untuk otomatisasi proses tersebut.
Di ekosistem akun global, WorldFirst menghadirkan layanan onboarding, pembayaran, account management, dan treasury dengan dukungan AI. Salah satunya melalui Wyn, AI agent berbasis natural language yang memungkinkan UKM menjalankan sejumlah aktivitas akun melalui perintah sederhana.
Untuk treasury dan FX, WorldFirst for Enterprise Treasury Autopilot menggabungkan sejumlah layanan seperti World Map, Falcon Forecast, Falcon FX, Whale Pooling, dan World Payout.
World Map memberikan gambaran posisi kas lintas pasar, bank, mata uang, dan akun. Falcon Forecast memanfaatkan FalconTST untuk memprediksi arus kas, likuiditas, dan FX. Sementara Falcon FX menyediakan kemampuan dynamic pricing dan rekomendasi hedging.
Ant International juga memperkenalkan Account for Agent (AFA), yang dirancang sebagai rekening bisnis berbasis agentic AI dengan dukungan smart contract, KYA, kontrol keamanan, serta mekanisme pemantauan dan intervensi.
Pada sisi pertumbuhan bisnis, AI digunakan untuk mendukung aktivitas seperti billing, perpajakan, pemasaran, distribusi katalog produk, hingga pembiayaan.
A+Rewards dikembangkan sebagai AI-powered growth engine yang menghubungkan merchant dengan lebih dari 30 platform AI dan e-commerce. Sementara Bettr AI Credit Engine digunakan untuk membantu institusi menyediakan pembiayaan berbasis AI kepada UKM.
Ant International menyebut Bettr AI Credit Engine telah membantu 49 institusi di 28 pasar menyediakan akses pembiayaan kepada lebih dari 100 juta pengguna, terutama pelaku UMKM.
Rangkaian produk AI-native tersebut akan diluncurkan secara bertahap di berbagai pasar global mulai musim gugur hingga musim dingin 2026. (mas)