telkomsel halo

Transaksi F&B E-Commerce tembus Rp20,6 triliun

07:09:00 | 02 Okt 2026
Transaksi F&ampB E-Commerce tembus Rp20,6 triliun
JAKARTA (IndoTelko) Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui kanal digital terus meningkat. Kategori Food & Beverages (F&B) kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar FMCG di e-commerce.

Data Compas.co.id dalam Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 menunjukkan nilai transaksi F&B mencapai Rp20,6 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,6 triliun.

Pertumbuhan tersebut meningkatkan kontribusi F&B terhadap total pasar FMCG e-commerce dari 20% menjadi 23%. Dari sisi jumlah produk yang terjual, volumenya juga meningkat 33% secara tahunan.

Compas mencatat pertumbuhan terutama berasal dari kebutuhan pokok dan bahan dapur. Penjualan air mineral menjadi yang paling tinggi dengan pertumbuhan 219% YoY, disusul minyak goreng yang naik 123%.

Sejumlah produk konsumsi harian lainnya juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan teh meningkat 97%, mi instan dan pasta 91%, gula 79%, serta kopi 75%. Produk makanan ringan seperti permen dan makanan manis masing-masing tumbuh 121% dan 100%.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengatakan perubahan tersebut menunjukkan e-commerce mulai digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang sebelumnya lebih banyak dibeli melalui kanal offline.

“E-commerce tidak lagi terbatas pada pembelian produk sekunder atau gaya hidup, tetapi mulai menjadi konsiderasi alternatif untuk pembelian kebutuhan pokok, dapur, dan kebutuhan harian masyarakat,” ujarnya.

Ramadan Dorong Transaksi

Momentum Ramadan dan persiapan Lebaran turut memberikan dorongan terhadap transaksi F&B sepanjang kuartal pertama 2026.

Secara quarter-on-quarter (QoQ), penjualan buah-buahan melonjak 255%, sementara biskuit dan kue kering tumbuh 157%. Kategori set hadiah dan hampers meningkat 133%, sedangkan kacang-kacangan naik 130%.

Dari sisi kanal penjualan, reseller atau Non-Official Store masih mendominasi transaksi F&B. Kanal tersebut menyumbang 77% transaksi atau sekitar Rp15,8 triliun, sedangkan Official Store berkontribusi 23% atau Rp4,8 triliun.

Untuk platform, Shopee menjadi kontributor terbesar dengan transaksi sekitar Rp12,2 triliun atau pangsa 59%. ShopTokopedia menyusul dengan nilai transaksi Rp8,1 triliun atau sekitar 39%.

GCG BUMN
Laporan Compas.co.id mencakup lima kategori utama FMCG, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare. Data dihimpun dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada dan Blibli selama periode Januari hingga Juni 2026. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories